Warga Negaranya ‘Diculik’ TNI, Pemerintah Malaysia Layangkan Protes
Kasus illegal logging diselesaikan secara kekeluargaan (TNI AD)

MALANGTODAY.NET – Pemerintah Malaysia melayangkan surat protes kepada pemerintah Indonesia atas penangkapan lima warga negaranya oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) di perbatasan antara Sarawak dan Kalimantan Barat. Insiden ini disebut oleh pihak Malaysia sebagai tindak penculikan.

“Kami telah menempuh langkah tegas sehubungan dengan apa yang terjadi karena kita telah menyampaikan nota protes dalam masalah ini,” jelas Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Marzuki Yahya, dikutip dari BBC, pada Selasa (25/12/2018).

Kronologi penangkapan tersebut hingga kini masih belum jelas. Pasalnya baik dari Malaysia maupun Indonesia memiliki versi berbeda terkait rincian insiden yang terjadi pada 11 Desember lalu itu.

Media Malaysia memberitakan bahwa beberapa orang berseragam TNI menangkan lima warganya yang tengah memotong kayu di hutan dekat perbatasan. Orang-orang tersebut kemudian memaksa salah satu dari mereka untuk mengendarai mobilnya melewati perbatasan ke wilayah Indonesia. Kelima orang ini kemudian dipaksa mengaku telah mencuri kayu.

Kronologi Penangkapan Versi Indonesia

Namun dari pihak Indonesia memiliki versi yang berbeda terkait peristiwa tersebut. Menurut Kepala Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe, kelima warga asing tersebut ditangkap karena telah menebang kayu secara illegal di sekitar Patok G.648 yang merupakan pengawasan Pos Pamtes Eteli.

“Berdasarkan laporan dari Komandan Satgas (Dansatgas) Pamtas RI-Mly Yonif 320/BP, Letnan Kolonel Inf Imam Wicaksana bahwa penangkapan lima warga negara Malaysia tersebut dilakukan saat mereka sedang memuat balok-balok kayu jenis tekam hasil illegal logging ke atas kendaraan,” ucap Aulia dalam situs TNI AD.

Ia membantah tuduhan yang dilayangkan media Malaysia terhadap anggotanya yang dianggap melakukan penculikan. Ia juga menegaskan bahwa anggotanya tidak meminta uang tebusan sebagai syarat pembebasan lima orang asal negeri jiran tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar negeri, Arrmanatha Nasir juga menyayangkan insiden ini. Ia menyatakan bahwa Indonesia serius menangani masalah penebangan liar.

“Indonesia sangat serius dalam menangani dan mengambil tindakan terkait masalah illegal logging, baik itu yang dilakukan oleh WNA maupun WNI,” kata Arrmanatha.


Penulis: Kistin S
Editor: Kistin S

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.