Pusat Keagamaan Dibom Kelompok Militan, Ulama Tewas
Kelompok militan Al Shabaab Somalia @Military Times

MALANGTODAY.NET – Serangan dalam bentuk pengeboman dan penembakan suatu pusat keagamaan kerap dikaitkan dengan aktivitas kelompok militan tertentu. Namun di Somalia, serangan dari kelompok militan ini menewaskan seorang ulama.

Kelompok Al Shabaab di Somalia baru-baru ini dikabarkan menyerang pusat keagamaan yang berada di Kota Galkayo, Mudug, Somalia. Pusat keagamaan ini dipimpin oleh ulama sufi Sheikh Abdiweli Ali Elmi Yare. Sheikh Abdiweli sendiri tewas dalam serangan tersebut bersama sembilan pengikutnya.

Baca Juga: Tembak Kapal Perang Ukraina, Rusia: Mereka Lakukan Manuver Berbahaya

“Para militan menewaskan 10 orang termasuk ulama, remaja, dan wanita yang tinggal di dalam kamp. Pertempuran antara pasukan keamanan dan Al Shabaab masih berlangsung di pusat keagamaan, korban mungkin bertambah,” terang perwira polisi Abdirahman Abdullah dikutip dari SindoNews, Senin (26/11/2018).

Serangan tersebut juga dikonfirmasi oleh kelompok Al Shabaab. Diwakili oleh juru bicara, Abdiaziz Abu Mus’ab, mereka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Tak tanggung-tanggung, mereka menyebut telah berhasil menghancurkan tempat orang yang menghina Nabi.

“Sebuah bom mobil menghantam pusat orang yang menghina Nabi. Para militan kami sekarang berada di dalam dan pertempuran terus berlangsung,” kata Abu Mus’ab.

Baca Juga: Tak Diberitakan Media Lokal, Pernikahan Raja Malaysia dengan Miss Moscow 2015 Dirahasiakan?

Sebelumnya, ketegangan antara Al Shabaab dan Sheikh Abdiweli terjada setelah kelompok militan tersebut menuduh Abdiweli telah mengaku sebagai Nabi. Namun tuduhan ini ditepis oleh sheikh. Warga di sekitar tempat kejadian sendiri telah memperkirakan bahwa pusat keagamaan akan menjadi target serangan selanjutnya.

Al Shabaab sendiri dikenal sebagai kelompok yang secara ekstrem ingin menerapkan syariat Islam yang ketat di Somalia. Kelompok tersebut telah melakukan beberapa penyerangan di Somalia dan kini mengontrol sebagian  kecil wilayah Mudug.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...