Trump Beri Sanksi Terdahsyat Pada Iran, Israel: Terima Kasih
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump @Maclean's

MALANGTODAY.NET – Perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran makin memanas. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump telah menetapkan sanksi dahsyat untuk Iran berupa embargo perdagangan minyak pada Senin (5/11/2018). Tak hanya minyak, Trump juga telah memberlakukan sanksi pada Iran di sektor perbankan. Itu artinya, tak ada lagi transaksi dengan bank-bank di negara Persia itu.

“Sanksi Iran sangat kuat. Mereka adalah sanksi terkuat yang pernah kami ajukan,” jelas Trump dilansir dari Warta Ekonomi, Selasa (6/11/2018).

Baca Juga: Negara Ini Gelar ‘Razia’ Anti LGBT, Pemerintah AS Peringati Warganya

Meski demikian, AS memberi pengecualian pada delapan negara yang telah menjadi pelanggan minyak Iran. Meski tak disebutkan secara spesifik, namun beberapa negara seperti India, China, Korea Selatan, Turki, dan Jepang memiliki kemungkinan besar berada dalam daftar itu.

Sanksi AS ini mendapatkan sambutan beragam dari negara-negara lain. Israel, menyambut dengan senang hati keputusan AS dan menilai sanksi terdahsyat AS yang diberikan pada Iran itu adalah pukulan kritis terhadap posisi Republik Islam di Timur Tengah.

Baca Juga: Lee Jong Suk Dideportasi Pemerintah Indonesia, Salah Promotor Lokal?

“Keputusan berani Presiden Trump adalah sea-change yang telah ditunggu-tunggu oleh Timur Tengah. Dalam satu langkah, Amerika Serikat sedang berurusan dengan pukulan kritis terhadap pertahanan Iran di Suriah, lebanon, Gaza, Irak, dan Yaman. Presiden Trump, Anda telah melakukannya lagi! Terima kasih,” ujar Menteri Pertahanan Israel, Avigdor Lieberman, dilansir dari Kompas.com, Senin (5/11/2018).

Sementara itu, beberapa negara seperti Turki, Cina, Rusia, hingga Uni Eropa menolak pemberian sanksi tersebut. “Kami tidak mengakui sanksi sepihak tanpa persetujuan PBB. Kami menganggap cara-cara itu ilegal,” tegas Menteri Energi Rusia, Alexander Novak dikutip dari Tempo.co, Selasa (6/11/2018).


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...