Usai Trump Hentikan Pemisahan Anak Imigran, Kini Muncul Masalah Baru
Trump hentikan pemisahan anak imigran dari keluarganya @ Reuters/Jonathan Ernst

MALANGTODAY.NET – Setelah mendapat kecaman dari warga dunia, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya menghentikan kebijakan pemisahan anak imigran dengan kerluarganya di perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Trump mengeluarkan kebijakan pemisahan anak imigran dari keluarganya di perbatasan Amerika Serikat atau AS dengan Meksiko.

Menurutnya, hal ini bertujuan untuk keselamatan dan keamanan warga negara AS. Jadi, pihak berwajib akan menangkap imigran yang menyebrangi perbatasan Meksiko secara ilegal, sementara anak-anak mereka akan dikirim ke tempat penampungan pemerintah.

Baca Juga: Larangan WNI Masuk ke Israel Ditangguhkan, Simak Penjelasannya

Tapi bukannya aman, malah kebijakan ini ditentang banyak pihak, mulai dari Lembaga Hak Asasi Manusia Internasional hingga Paus Fransiskus.

Namun dengan banyaknya protes yang bermunculan, dan beredarnya video yang menunjukkan anak-anak imigran sedang menangis di dalam penjara berbentuk kandang, Trump akhirnya menandatangani surat perintah untuk menghentikan kebijakan memisahkan anak imigran dari keluarganya di perbatasan.

Usai Trump Hentikan Pemisahan Anak Imigran, Kini Muncul Masalah Baru
Anak imigran yang menangis saat dipisah dari orangtuanya (Istimewa)

Baca Juga: Duh, Dokter Khitan Berparas Cantik Ini Bikin Kaum Adam Rela Disunat Lagi!

Surat ini ditandatangani oleh Trump pada Rabu (20/6), dengan menetapkan bahwa keluarga imigran harus ditahan bersama ketika masuk ke AS secara ilegal.

“Ini masalah menyatukan keluarga dan di saat yang sama memastikan bahwa kami memiliki perbatasan yang kuat,” papar Trump seperti yang dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Bertemu dengan Donald Trump, Ini 4 Fakta Mengejutkan dari Kim Jong-Un

Usai Trump Hentikan Pemisahan Anak Imigran, Kini Muncul Masalah Baru
Protes terhadap kebijakan pemisahan anak imigran (Istimewa)

Dilansir dari cnnindonesia.com, meski sudah ditandatangani surat perintah penghentian hal tersebut, tapi masalah lain akan muncul lanjutan usai penandatanganan surat perintah tersebut, yaitu tentang hukum anak-anak dipenjara.

“Perintah ini akan menggantikan krisis satu dengan lainnya. Anak-Anak tidak seharusnya ada di penjara, meski bersama orang tua mereka sekali pun. Jika presiden berpikir menempatkan keluarga di dalam penjara adalah hal yang diinginkan rakyat, dia benar-benar salah paham,” ucap mantan Direktur Eksekutif Uni Kebebasan Sipil Amerika, Anthony Romero.


Penulis: Annisa Eka Safitri
Editor: Annisa Eka Safitri

Loading...