Tidak Hanya Dianiaya, Sebelum Meninggal , TKI Juga Disuruh Tidur Dengan Anjing
TKI korban aniaya asal Medan @MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Kabar memilukan kembali datang dari TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang diduga telah disiksa majikannya hingga meninggal. TKI bernama Adelia (21) diketahui bekerja sebagai pembantu di Malaysia. Sebetulnya, sebelum meninggal Adelia sempat ditolong tim penyelamat.

Menurut berita dari Kompas, saking kacaunya keadaan Adelia dia sampai takut untuk merespons kehadiran tim penyelamat. Dia hanya melirik dan menggelengkan kepala. Sementara anjing jenis Rottweiler berwarna hitam yang terikat tali dan berada di samping Adelina terus menyalak kepada petugas.

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Gondanglegi, Tiga Bangunan Rusak

Bahkan tetangga rumah tersebut mengklaim perempuan asal Medan itu terpaksa tidur dengan seekor anjing di beranda rumah selama sebulan terakhir sebelum ditemukan pada Sabtu (10/8/2018).

The Straits Times melaporkan, Adelina meninggal pada Minggu (11/2/2018) di rumah sakit. Majikannya kini sedang diselidiki atas dugaan pembunuhan.

Sebelumnya, tim penyelamat mendapat laporan dari seorang wartawan mengenai keberadaan Adelina di rumah bertingkat dua di Taman Kota Permai, Penang, Malaysia. Salah satu regu penyelamat, Por Cheng Han, mengatakan, Adelina berada di beranda ketika mereka datang. Namun, tidak memberikan respons yang aktif.

Baca Juga: Soal Penyebab Kecelakaan Tanjakan Emen, Ini Jawaban Dinas Perhubungan

“Kami berbicara dengan tetangga, mereka sering mendengar majikannya akan memecatnya. Suaranya keras dari dalam rumah,” katanya.

Dia melihat luka nanah pada bekas luka bakar di kaki Adelina.

“Ada wanita berusia 60-an tahun ketika kami tiba di rumah itu,” ucap Han.

Namun, wanita tersebut menolak membawa Adelina ke rumah sakit. Tim penyelamat kemudian menghubungi Tenaganita, sebuah LSM yang fokus pada perlindungan migran dari pelecehan.

Terkait luka yang diderita Adelina, majikannya mengaku, Adelina tidak sengaja menumpahkan bahan kimia di kaki dan lengannya.

“Dia mengklaim bahwa pembantunya itu secara tidak sengaja menumpahkan bahan kimia di kaki dan lengannya saat menuangkannya ke lubang pembuangan. Itu yang menyebabkan luka bakar. Meski sudah diobati, Adelina disebutkan tak berhenti mengelupaskan luka-lukanya, sehingga kondisinya kian memburuk,” urai Por, menirukan pengakuan majikan.

Sebelum relawan dari Tenaganita tiba, majikan memasukkan Adelina ke mobilnya dan membawanya pergi ke luar rumah mereka. Kemudian, mereka memanggil polisi.

“Kami membawa Adelina ke Rumah Sakit Bukit Mertajam, dia meninggal di sana,” kata petugas kepolisian setempat, Nik Ros Azhan Nik Abdul.

Dilansir dari Liputan6, Por Cheng Han memperjelas bahwa tetangga mengatakan kepada mereka, Adelina dianiaya lebih dari sebulan dan dipaksa tidur dengan Rottweiler di teras.

Saat majikan Adelina datang, beber Por, dia mengklaim tak menganiaya pembantu tersebut. Namun, ia mengaku pernah menamparnya.

Por mengungkapkan, sang majikan memasukkan Adelina ke mobil dan keluar dari rumah sebelum relawan Tenaganita tiba. Lalu polisi dipanggil.

Petugas kepolisian bernama Nik Ros Azhan Nik Abdul Hamid mengatakan bahwa wanita berusia 36 tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia 39 tahun kini telah ditahan.

Loading...