Mengenang Tembok Berlin, Simbol Penindasan Komunis di Jerman
Tembok Berlin @The Isaac Brock Society

MALANGTODAY.NET – Tepat hari ini, 58 tahun yang lalu, negara adidaya bernama Jerman sedang dirundung hawa mencekam. Bagaimana tidak, di pusat kota Berlin, pemerintah Jerman Timur tengah membangun sebuah tembok beton yang bertujuan untuk ‘menjaga’ masyarakat Jerman Timur dari pengaruh-pengaruh Nazi yang masih tersisa di belahan Barat Jerman.

28 tahun berselang, Tembok Berlin resmi diruntuhkan akibat perubahan arah politik pemerintah Jerman Timur. Pengaruh Uni Soviet yang makin melemah pada 1989 membuat pemerintah Jerman Timur pada akhirnya mengizinkan warganya untuk menyeberang ke Barat.

Baca Juga: Rumah di Jerman Ini Bisa Bernyanyi Lho! Nggak Percaya?

Keberadaan Tembok Berlin adalah bukti dari kediktatoran rezim komunis yang pernah membelah Jerman menjadi dua. Namun kenangan pahit akan tembok beton ini menyisakan duka yang cukup mendalam bagi masyarakat Jerman.

Berikut fakta kelam Tembok Berlin yang memilukan dikutip dari Satujam.com.

Tembok Pelindungan dari Fasisme
Tembok Pelindungan dari Fasisme
Tembok yang sebenarnya dibangun untuk mencegah eksodus warga ke Barat @Cold War

Alasan pemerintah Jerman Timur menggunakan barikade tembok pemisah bertujuan untuk mencegah masuknya pengaruh-pengaruh fasis Nazi menular ke masyarakat Berlin Timur. Namun kemudian diketahui alasannya adalah mencegah eksodus warga menuju Jerman Barat.

Musim Pelarian
Musim Pelarian
Beberapa orang memanjat untuk menyeberang ke Barat @APHG Germany

Walaupun dijaga dengan ketat, namun banyak warga yang nekat melarikan diri dengan berbagai upaya. Entah itu menggunakan jaringan bawah tanah, paspor palsu, menggali terowongan, berenang, memanjat, bahkan terbang demi pergi dari tempat itu. Usaha mereka terbantu dengan masyarakat di seberang tembok yang siap membantu.

Baca Juga: Penduduk Jerman Mengungsi Akibat Adanya Bom Sisa Perang Dunia II

Tembok Kematian
Tembok Kematian
Banyak korban meninggal akibat tembok ini @The Daily Signal

Ada sekitar 136 orang yang kehilangan nyawa sepanjang upayanya merlarikan diri dari Berlin Timur. Banyak anak-anak dan wanita yang menjadi korban. Sebagiannya mati ditembak, sebagiannya lagi mati tenggelam di Sungai Spree.

Pidato Reagan
Pidato Reagan
Pidato Ronald Reagan di Berlin @MOEC Studies

28 tahun berdiri dan Tembok Berlin dalah saksi bisu dari penindasan komunis. Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagan pada tahun 1987 berpidato mendesak Mikhail Gorbachev untuk meruntuhkan tembok Berlin. Salah satu kutipan pidatonya yang ternama adalah “tear down the wall”. Sayangnya, pidato ini dianggap angin lalu oleh Gorbachev. Tapi sebaliknya, pidato Reagan mampu membangkitkan semangat masyarakat Berlin.

Baca Juga  Mengenang Hari Kematiannya, Ini 4 Cinta Paul Walker Untuk Indonesia

Penulis : Raka Iskandar
Editor : Raka Iskandar

Loading...