Jurnalis Detikcom Diintimidasi Saat Liput Aksi 211 Bela Tauhid, Ini Kata AJI
Ilustrasi jurnalis asing (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Dua jurnalis dari kantor berita Inggris Reuters, ditangkap pihak kepolisian terkait pemberitaan kekerasan oleh militer Myanmar terhadap etnis Rohingnya.

Dilansir dari reuters.com, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, dua jurnalis Reuters, ditangkap karena telah memberitakan kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap minoritas muslim Rohingnya di Rakhine. Kekerasan itu menyebabkan hampir 650.000 oarang melarikan diri ke Bangladesh.

Kementerian Informasi Myanmar, mengumumkan penangkapan Lone dan Oo melalui akun Facebook mereka. Serta menuliskan bahwa dua jurnalis tersebut memperoleh informasi yang tidak sah dan ingin membagikannya kepada media asing.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan bahwa Lone dan Oo sudah melanggar pasal 23 Undang-Undang warisan kolonial Inggris yang hukumannya adalah 14 tahun penjara.

Hingga Kamis (14/12) Lone dan Oo masih ditahan di kantor polisi dekat Yangon. Sebelumnya, dua jurnalis itu dikabarkan menghilang sejak Selasa (12/12). Mereka menghilang setelah menghadiri makan malam bersama dengan Kepolisian Myanmar.

Supir Reuters yang mengantarkan mereka, Myonthant Tun, juga mengakui bahwa keduanya terakhir terlihat sekitar jam 8 malam waktu setempat dan tidak kembali.

Liput Kekerasan Rohingnya, Myanmar Tangkap Dua Jurnalis Reuters
Dua jurnalis Reuters yang ditangkap polisi Myanmar akibat pemberitaan kekerasan Rohingnya di Rakhine @ reuters.com

Sementara itu, Presiden dan Kepala Editor Reuters, Stephen J. Adler, mengungkapkan bahwa pihaknya geram dengan perlakuan kepolisian terhadap dua jurnalisnya tersebut.

“We are outraged by this blatant attack on press freedom. We call for authorities to release them immediately,”

“Kami mendapatkan serangan secara blak-blakan terhadap kebebasan pers. Kami meminta pihak berwajib untuk menyelesaikan hal ini secepatnya,” ucap Stephen.

Juru bicara (jubir) pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap dua jurnalis tersebut dan akan ditindaklanjuti.

Jubir Aung San Suu Kyi juga mengatakan bahwa selain Lone dan Oo, pihaknya juga menangkap dua aparat kepolisian Myanmar.

Mereka ditangkap karena diduga dengan sengaja memberikan informasi tentang rahasia negara kepada orang asing.

“Not only your reporters, but also the policemen who were involved in that case. We will take action against those policemen and also the reporters.”

“Bukan cuma reporter kalian yang kami tangkap, tetapi juga polisi yang terlibat dalam kasus ini. Kami akan mengambil sikap menghadapi polisi dan reporter tersebut,” ucap juru bicara yang bernama Zaw Htay itu, seperti yang dilansir dari reuters.com, Kamis (14/12).

Menurut informasi, Lone bergabung dengan kantor berita Reuters pada bulan Juli 2016. Dirinya selalu terlibat dalam beberapa isu serius seperti penerbangan Rohingnya dari Rakhine secara besar-besaran pada tahun 2016, serta pembunuhan pengacara partai Ko Ni di bulan Januari 2017 lalu.

Sedangkan Kyaw Soe Oo, baru saja bergabung dengan Reuters pada bulan September kemarin. Pria yang berasal dari negara bagian Rakhine itu, terkenal dengan laporannya pasca serangan terhadap pos polisi dan tentara di bagian utara Rakhine pada 25 Agustus 2017.

Penangkapan Lone dan Oo pertama kali diketahui oleh Kepala Biro Myanmar, Antoni Slodkowski. Melalui telepon singkat, Lone mengatakan bahwa dirinya sudah ditangkap.

“ I have been arrested”

“Saya telah ditangkap” ucap Lone dalam sambungan telepon tersebut.

Loading...