Raja Salman Kaya, Benarkah Arab Dirundung Pailit?
Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz sangat dikenal dengan kekayaannya yang melimpah. Bahkan rencana kedatangannya ke Indonesia lengkap dengan berbagai kebutuhan pribadi pun sempat menyita perhatian publik.

Namun terlintas pertanyaan, bagaimana kah kondisi Arab Saudi sendiri dengan kekayaan melimpah dari seorang Raja Salman?
Dilansir MalangTODAY.net dari Detikfinance, 70 persen pendapatan Arab Saudi didapat dari tambang minyak.

Namun pada pertengahan 2004 lalu, harga minyak dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari tingkat tertinggi di atas US$ 100 per barel, dan menjadi kisaran US$ 50 per barelnya.

Kondisi itu pun sontak membuat Arab Saudi cukup terhantam.
Menghadapi itu, pemerintahan kala itu langsung mengeluarkan beragam jurus jitu. Di antaranya dengan menjual sebagian saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni lima persen saham perusahaan minyak Saudi Aramco.

Kemudian juga menerapkan sistem visa baru yang memungkinkan asing muslim bekerja dengan jangka waktu lebih lama di Arab Saudi. Selanjutnya melakukan diversivikasi ekonomi, mengizinkan perempuan untuk bekerja.

Bahkan, tahun lalu telah dilakukan perombakan kabinet secara besar-besaran untuk mencapai target perubahan ekonomi yang memang sangat tergantung pada minyak.
Jatuhnya harga minyak ternyata membuat anggaran penerintah Arab Saudi menipis. Berbagai sisi terus berusaha melakukan penghematan yang cukup besar.

Sedangkan pada awal Mei tahun lalu, perusahaan konstruksi Saudi Binladin Group terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 50 ribu pegawainya.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here