Polisi Selidiki Teror Pimpinan ISIS Medan di Masjid Sumedang
ilustrasi bom @MalangTODAY/istimewa

MALANGTODAY.NET – Seorang pria akhirnya ditahan setelah membuat ancaman bom di depan gerbang Gedung Putih, Amerika Serikat setelah mengaku berhubungan dengan Trump secara telepati. Pria yang bernama Sean Keoughan itu mengatakan bom yang ia klaim sebenarnya merupakan sebuah asteroid, menurut dokumen pengadilan yang diajukan pada Senin (20/3).

Keoughan yang berumur 29 tahun ditangkap Sabtu(18/3) malam setelah ia melaju ke sebuah pos pemeriksaan di Gedung Putih dengan menggunakan mobil Impala curian.

Dia keluar dan mengatakan kepada petugas Dinas Rahasia bahwa ia memiliki bom, kata surat pernyataan yang dikeluarkan lembaga itu.

Pria asal Virginia, Amerika Serikat ini mengaku berhubungan dengan Trump secara telepati melalui proses yang membuatnya mampu berkomunikasi dengan para pejabat tinggi, Dinas Rahasia dan Delta Force, sebuah pasukan elit Angkatan Darat AS.

Keoughan pun mengatakan telah menerima perawatan kejiwaan dan telah menggunakan segala macam obat. Kepada petugas dia mengaku telah dua kali mencoba bunuh diri, salah satunya melalui overdosis shabu-shabu, kata dokumen pengadilan.

Dikutip dari Antara, Ia muncul pertama kali pada Senin (21/3) di Pengadilan Negeri AS atas tuduhan mengancam dan menyampaikan informasi palsu tentang penggunaan bahan peledak. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi ancaman 10 tahun penjara.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here