Presiden Filipina Terang-terangan Ingin Siksa Auditor Negara!
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte @Nikkei Asian Review

MALANGTODAY.NET – Umumnya, auditor negara adalah badan yang bertanggung jawab untuk memeriksa rekening dan pengeluaran lembaga pemerintah. Keberadaan badan ini cukup vital demi stabilitas keuangan negara. Namun anehnya, Presiden Filipina. Rodrigo Duterte, malah ingin menculik dan menyiksa mereka.

Dilansir dari Sindo News, Rabu (9/1/2019), Duterte dengan tegas ingin menculik dan menyiksia orang-orang dari auditor negara karena menghambat pekerjaan pemerintahnya. Pernyataan ini disampaikan saat memberi pidato di hadapan para pejabat lokal di Manila, Filipina.

Baca Juga  Kejam dan Tak Manusiawi, Ini 5 Diktator Paling Terkenal di Dunia!

“Mari kita culik orang-orang dari COA (Commission on Audit, badan auditor Filipina, red). Mari kita bawa mereka ke sini, lalu kita akan menyiksa anak perempuan itu. Mereka selalu membuat hal-hal sulit. Itulah yang saya tidak suka,” katanya.

Apa yang disampaikan oleh Duterte bukannya tanpa alasan. Auditor negara Filipina memang dikenal memiliki reputasi sebagai badan yang sulit diajak kompromi. Meski tak memiliki wewenang untuk menuntut, bada ini dapat mengirimkan bukti yang dapat mengirim pejabat ke penjara.

Baca Juga  Mau Kuliah di 4 Jurusan Aneh Tapi Nyata Ini? Yuk Intip!

Duterte sendiri dikenal memiliki masalah dengan COA sejak ia masih menjabat sebagai Wali Kota Davao pada 2015 lalu. Saat itu, COA menyerang pria berusia 73 tahun itu karena mempekerjakan 10.000 pekerja kontrak yang menelan biaya pemerintah kota hingga US$ 15 juta.

Tak hanya auditor negara, Duterte juga menyampaikan hal serupa terhadap pejabat pemerintah yang melakukan korupsi, baik hakim hingga perwira militer. “Mereka adalah orang-orang yang harus dibunuh, pertumpahan darah bagi bangsa ini,” katanya.


Penulis: Radea Hafidh
Editor: Radea Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.