Cerita WNI Seputar Pornografi di Jepang, Pindah Yuk!
Maria Ozawa, mantan bintang film dewasa Jepang @Last.fm

MALANGTODAY.NET – Pornografi di Jepang bukanlah hal yang baru. Buat ZensTODAY yang memahami seluk beluk industri konten dewasa, rasanya pasti paham bahwa industri pornografi Jepang populer di negeri sendiri maupun internasional. Beberapa nama artis panas seperti Maria Ozawa hingga Asa Akira adalah segelintir contoh bintang film dewasa dari negeri Sakura yang sudah dikenal dunia.

Namun pertanyaannya, bagaimana orang Jepang sendiri menanggapi persoalan pornografi ini?

Baca Juga: Bukan Barang Biasa! Segini Harga Jas Hujan Pembalap MotoGP

Dilansir dari Detik.com, Sabtu (17/11/2018), beberapa warga negara Indonesia (WNI) yang pernah dan masih tinggal di Jepang menceritakan pengalamannya terkait pandangan masyarakat Negeri Matahari Terbit terhadap industri ini.

Aktivitas yang berkaitan dengan pornografi sebenarnya bukan hal yang tabu di Jepang. Dalam beberapa kesempatan, membaca konten dewasa secara terang-terangan di publik hingga menonton video seks adalah hal yang biasa.

“Suatu waktu, gue sedang di mobil dan gue melihat orang di mobil sebelah gue sedang asyik nonton video porno. Mereka pun santai saja, tidak merasa harus menutupi. Kaca mobil mereka mereka juga bukan yang gelap (sehingga tidak bisa kelihatan),” ujar Lukman yang pernah bekerja 4 tahun di perusahaan swasta di Jepang.

Bahkan dalam satu kesempatan, Lukman pernah memiliki kawan yang temannya menjadi bintang film dewasa. Namun hal tersebut bukan hal yang perlu dipermasalahkan lebih lanjut. Penyebabnya adalah rasa bangga karena dapat membantu kehidupan sosial orang lain.

Baca Juga: 5 Artis Internasional Ini Pilih Gelar Pernikahan di Bali

“Karena industri ini legal, jadi ini pekerjaan biasa saja (seperti profesi lain). Juga tidak ada stigma sosial. Bahkan ada yang merasa bangga (menjadi bintang film dewasa) karena bisa membantu kehidupan seksual orang lain,” imbuh Lukman.

Jadi, seterbiasa itu ya orang Jepang melihat tumbuh kembang industri pornografi. Mau pindah, ZensTODAY?


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...