Duterte Janji Tak Mau Lagi Terima Senjata Bekas dari AS
Presiden Filipina Rodrigo Duterte @cnbc

MALANGTODAY.NET – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan pihaknya akan menghadapi terorisme dengan keras. Bahkan, status darurat militer di pulau Mindanao, menurutnya akan tetap diberlakukan selama satu tahun jika diperlukan.

“Untuk bangsaku yang telah mengalami darurat militer, tidak berbeda dengan apa yang Presiden Marcos lakukan. Saya akan bertindak keras,” kata Duterte.

Duterte mengumumkan darurat militer di wilayah pulau Mindanao pada Selasa (23/5), setelah pertempuran sengit terjadi ketika pasukan keamanan menggerebek tempat persembunyian pemberontak terkait kelompok IS.

“Jika membutuhkan waktu setahun untuk melakukannya maka kami akan melakukannya. Jika hanya memerlukan waktu lebih dari satu bulan, maka saya akan bahagia. Untuk bangsaku, jangan terlalu takut, saya akan pulang. Saya akan menangani masalah ini segera setelah tiba,” ujar Duterte yang merupakan warga asli Mindanao.

Sebelumnya, dua tentara dan seorang polisi tewas, sementara 12 lainnya terluka saat bentrokan terjadi di Marawi, sebuah kota berpenduduk sekitar 200.000 orang dan mayoritas Muslim, di mana anggota kelompok petempur Maute mengambil alih bangunan dan membakar sebuah sekolah, sebuah gereja dan fasilitas penahanan.

Tujuan serangan militer Filipina itu adalah untuk menangkap Isnilon Hapilon, pemimpin kelompok Abu Sayyaf yang diketahui telah melakukan aksi pembajakan dan penculikan serta pemenggalan kepala warga Barat. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menawarkan hadiah hingga 5 juta dolar AS untuk menangkap Hapilon.

Kelompok Maute dan Abu Sayyaf telah mengikrarkan janji setianya kepada kelompok IS, dan telah terbukti melakukan perlawanan sengit terhadap militer karena Duterte berusaha untuk menghancurkan para ekstrimis dan mencegah ideologi Islam garis keras menyebar di Filipina. Demikian dikutip dari Antara.(zuk)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.