Pemerintah Militer Myanmar Sebut Tak Ada Bukti Penganiayaan Muslim Rohingya!
Ilustrasi Muslim Rohingya @Nikkei Asian Review

MALANGTODAY.NET – Isu penganiayaan terhadap Muslim Rohingya oleh militer Myanmar dibantah oleh pemimpin militer Myanmar, Jenderal senior Min Aung Hlaing. Hlaing dengan tegas menyatakan tidak ada bukti otentik yang menunjukkan adanya penganiayaan terhadap minoritas Muslim Rohingya.

Dilansir dari DetikNews, Sabtu (16/2/2019), Hlaing menyampaikan hal tersebut dalam wawancara langka dengan media asing. Selama ini, militer melakukan pemberantasan militan Rohingya yang disebut telah mendalangi serangan mematikan terhadap pos-pos polisi Myanmar. Jenderal senior itu juga mengaku bahwa tuduhan kepada militer dinilai telah ‘melukai martabat bangsa’.

Pernyataan Hlaing dinilai bertentangan dengan kesaksian para korban Rohingya. Mereka mengaku mendapati operasi militer yang sarat kekerasan. Di antaranya adalah pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, dan pembakaran desa-desa. Saat ini, pengungsi Rohingya ditampung di kamp-kamp kumuh di Bangladesh.

Sejak Agustus 2017, sekitar 740 ribu warga Rohingya kabur ke Bangladesh demi menyelamatkan diri dari operasi militer sarat kekerasan Myanmar di Rakhine. PBB bahkan dengan tegas mengecam tindakan militer sebagai praktik pembersihan etnis. Mereka juga mengimbau pengadilan atas pemimpin dan pejabat militer atas dugaan genosida.

Laporan PBB pada September 2018 menyebutkan secara rinci kekejaman yang dilakukan oleh militer Myanmar. Dalam laporan itu, disebutkan adanya ‘operasi pembersihan’ karena serangan yang tidak proporsional antara militan dengan militan di Rakhine.

Penyidik PBB menuntut Myanmar untuk segera diseret ke Mahkamah PIdana Internasional (ICC). Namun untuk melakukan hal itu, akan banyak kesulitan politik. Sementara pemimpin sipil Aung San Suu Kyi telah rusak reputasinya di mata dunia setelah menolak membela Rohingya. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.