New York Diserang Bom Pipa, Begini Pengakuan Tersangka
Suasana di dalam stasiun kereta api bawah tanah, pasca ledakan bom pipa @ latimes.com

MALANGTODAY.NET – Sebuah bom pipa meledak di stasiun kereta api bawah tanah, Manhattan, New York, Amerika Serikat (AS) pada Senin (11/12) pagi waktu setempat.

Dilansir dari latimes.com, Komisaris Pemadam Kebakaran New York Daniel Nigro, mengatakan bahwa ledakan tersebut menyebabkan empat orang luka-luka termasuk si pelaku.

Tiga orang warga sipil mengalami luka ringan seperti telinga berdengung dan sakit kepala, sementara tersangka menderita luka bakar di tangan serta perutnya dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

Pihak kepolisian setempat mengungkapkan bahwa tersangka bom bunuh diri itu bernama Akayed Ullah, seorang warga Amerika Serikat berumur 27 tahun yang berimigrasi dari Bangladesh sekitar tujuh tahun lalu.

Akayed Ullah, Tersangka Bom New York
Akayed Ullah (27) tersangka bom bunuh diri Manhattan, New York @ Telegraph

Ullah mengaku bahwa dirinya sudah merencanakan aksinya sejak pindah kewarganegaraan pada tahun 2011. Selain itu, ia juga terpicu oleh poster ajakan dari negara-negara pendukung Islam, untuk meledakkan bom di Times Square, New York, AS saat momen natal.

Pada poster tersebut juga terdapat tulisan “We meet at Christmas in New York… soon.” (“Kita bertemu saat Natal di New York… secepatnya”)

Sementara itu, Wali Kota New York, Bill de Blaiso mengatakan bahwa ledakan bom pipa ini adalah upaya teror dan tidak ada serangan susulan yang terjadi di kawasan tersebut.

“This was an attempted terrorist attack. There are no additional known incidents at this time. All we know of is one individual who, thank God, was unsuccessful in his aims.”

“Ini adalah upaya serangan teroris. Tidak ada serangan susulan yang diketahui saat ini, yang kita tahu hanyalah seseorang, yang untungnya, tidak berhasil dalam tujuannya.” ucapnya.

Komisaris Polisi Kota New York, James P. O’Neill mengatakan bahwa bom yang terjadi di kawasan stasiun bawah tanah Manhattan tersebut, memiliki daya ledak rendah. Bom yang digunakan adalah jenis bom pipa.

Pihaknya juga menyampaikan melalui akun Twitter resmi New York Police Department (NYPD) bahwa tidak perlu ada yang ditakutkan pasca kejadian ini.

Dalam aksinya, Ullah merakit bom itu sendiri dan menempelkannya dengan menggunakan resleting serta perekat jenis velcro pada tubuhnya.

Baca Juga  Bantu Irak Rebut Kota Mosul Dari ISIS, AS Kirim Pasukan Tambahan

Ledakan ini melumpuhkan jalur kereta api bawah tanah Manhattan, New York, AS yang menhubungkan dua jalur kereta bawah tanah di 42nd street, tepatnya di jantung kota Manhattan sekitar pukul 7.20 pagi waktu setempat.

Status Akayed Ullah yang merupakan imigran dengan visa kelas khusus F43, menyebabkan pihak pemerintah fokus dengan status imigrasi ke negeri Paman Sam itu.

“This attack underscores the need for Congress to work with the president on immigration reform,”

“Serangan ini menggarisbawahi perlunya Kongres untuk bekerjasama dengan Presiden mengenai syarat-syarat imigrasi,” jelas Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders.

Hingga Selasa (12/12), Akayed Ullah masih dalam pengawasan polisi dan nantinya akan diadili di pengadilan federal.