Lakukan Kekerasan Seksual Pada Anak, Ratusan Pastor Katolik Dinonaktifkan!
Ilustrasi Gereja Katolik @Amanohashidate

MALANGTODAY.NET – Sebagaimana pemimpin agama pada umumnya, pastor sudah sepantasnya menjadi suri tauladan dalam lingkungan gereja. Namun apa jadinya jika seorang pemuka agama justru melakukan tindak kejahatan dan asusila seperti kekerasan kepada anak-anak? Tak peduli itu pastur, hukum dan nilai-nilai kemanusiaan harus diberlakukan secara adil kepada siapapun.

Dilansir dari DetikNews, Selasa (12/2/2019), sekitar 152 pastor Katolik di Meksiko dinonaktifkan menyusul laporan yang menyebut mereka melakukan tindak kekerasan seks terhadap anak-anak. Jumlah tersebut menjadi bukti skandal pastor dalam sembilan tahun terakhir di Meksiko.

Baca Juga  Waduh! Oknum Tak Bertanggung Jawab Manfaatkan Kasus SMP Muhammadiyah 1

“Sejumlah pastor yang melakukan kejahatan berada di penjara, yang lain dinonaktifkan, ada 152 pastor yang pensiun,” kata Uskup Agung Monterrey, Rogelio Cabrera.

Skandal kekerasan seksual anak-anak oleh para pastor ini sudah merebak pada beberapa tahun terakhir. Selain Meksiko, beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS), Chile, Australia, dan Jerman diduga terjadi praktek kekerasan serupa.

Sementara itu, pengacara Martin Faz Mora yang mewakili 19 korban kekerasan pastor ini mengaku ragu dengan pengumuman dari Keuskupan Monterrey itu. Pasalnya, gereja dinilai tak pernah memiliki komitmen untuk memulihkan penderitaan para korban.

Baca Juga  Beli Jet Tempur ke Korsel, Indonesia Nunggak Rp 3 Triliun

“Itu merupakan jumlah yang tidak bertanggung jawab karena para korban masih menunggu ganti rugi atas penderitaan mereka. Pernahkah Gereja menjawab pertanyaan soal memulihkan penderitaan para korban,” terang Faz.

Pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, sebelumnya telah mendesak kepada seluruh pastor yang pernah terlibat dalam pelecehan seksual ini untuk menyerahkan diri. Imbauan bernada kecaman ini diucapkannya sebelum Natal 2018 lalu. Ia sendiri juga telah menegaskan komitmen gereja untuk menegakkan keadilan kepada siapapun yang melakukan kejahatan, tak terkecuali para imam Katolik sekalipun. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.