Ilustrasi pengguna Facebook @VOA Indonesia
Ilustrasi pengguna Facebook @VOA Indonesia

MALANGTODAY.NET– Facebook kembali diseret ke pengadilan. Kali ini yang menjadi sasaran adalah perihal mentransfer data dari UE ke AS untuk tujuan bisnis.

Dilansir dari BBC, Selasa (9/7/2019), saat ini, jejaring sosial mentransfer sejumlah besar data pribadi tentang pengguna UE ke server di AS, mulai dari nama orang hingga informasi tentang aktivitas mereka secara online.

Fakta tersebut memicu kekhawatiran masyarakat kalau transfer semacam itu bisa menjadi subyek pengawasan massal oleh badan intelijen AS. Banyak yang mengatakan bahwa Facebook berpotensi melemahkan basis di mana banyak bisnis mengirim data melintasi Atlantik, khususnya teknologi raksasa yang mengandalkan komputasi awan dan teknologi komunikasi.

Menanggapi hal tersebut, pihak Facebook menjelaskan bahwa pengamanan perlindungan data sudah ada. Namun, menilik apa yang terjadi pada 2013 lalu ketika dokumen yang diterbitkan oleh mantan kontraktor CIA Edward Snowden menyarankan agar Facebook menjadi target “Prism”, program pengawasan massal Badan Keamanan Nasional AS, aktivis privasi bernama Max Schrems kembali menantang Facebook ke pengadilan.

Setelah tuntutan enam tahun silam tersebut, Facebook menggunakan kerangka hukum alternatif yang digunakan yang disebut “klausul kontrak standar” (SCC). Nmaun, komisioner perlindungan data Irlandia telah mengatakan bahwa sistem tersebut tidak cocok.

Putusan Pengadilan Keadilan Uni Eropa

Selain itu, apabila Pengadilan Keadilan Uni Eropa (CJEU) akhirnya memutuskan bahwa SCC memang bermasalah, putusan itu akan memiliki konsekuensi besar bagi Facebook dan bisnis lainnya, kata pakar hukum, Orla Lynskey, di London School of Economics.

“Itu akan memiliki dampak yang sangat signifikan bagi perusahaan,” katanya kepada BBC News. “Pertanyaan besarnya adalah, ketika menilai apakah data dapat masuk atau tidak ke negara ketiga (di luar Uni Eropa), haruskah kita mempertimbangkan potensi akses oleh badan intelijen atau penegak hukum?”

Meskipun begitu, pihak CJEU memberikan pertimbangan untuk kasus tersebut. Jack Gilbert, penasihat umum untuk Facebook, mengatakan jejaring sosial itu “bersyukur” atas pertimbangan CJEU.

“Klausul kontraktual standar memberikan perlindungan penting untuk memastikan bahwa data Eropa dilindungi setelah ditransfer ke luar negeri,” katanya. “SCC telah dirancang dan didukung oleh Komisi Eropa dan memungkinkan ribuan orang Eropa untuk melakukan bisnis di seluruh dunia.”

Penulis : Risma Kurniawati
Foto : Istimewa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.