MALANGTODAY.NET –  Setelah hampir tiga tahun mengalami kekosongan kepemimpinan, Parlemen Lebanon akhirnya  memilih mantan komandan militer Michel Aoun sebagai presiden pada Senin (31/10). Kemenangan Aoun disambut meriah oleh masyarakat Lebanon. Ratusan warga turun ke jalan. Mereka menyalakan kembang api.

Pelantikan Aoun mengakhiri kekosongan politik  29 bulan. Aoun adalah memimpin Gerakan Patriotik Bebas (FPM), blok Kristen terbesar di Parlemen Lebanon. Pria berusia 80-an itu mendapatkan posisi presiden setelah memenangkan dukungan 83 suara. Jumlah ini di atas absolut mayoritas yang sebenarnya hanya diperlukan 65 suara.

Untuk diketahui, Lebanon berjalan tanpa dipimpin seorang presiden sejak Mei 2014. Seperti dilansir republika, Kepresidenan Lebanon dipilih untuk Maronite Christian dalam sistem berbagi kekuasaan sektarian negara. Posisi Perdana Menteri dipegang oleh pemimpin Muslim Sunni Saad al-Hariri. Hariri diketahui memiliki banyak pengikut di parlemen.

Keputusan Hariri untuk mendukung Aoun pun menjadi konsesi politik utama untuk mengurangi peran Arab Saudi di Lebanon. Selama tidak ada presiden, Arab Saudi telah mendukung Hariri dan pendukungnya. (rpl)

Berikan tanggapan Anda