Kecil-kecil Jadi Pengabdi Setan, Dua Anak SMP Ditangkap Polisi
Ilustrasi pengabdi setan @Popcorn Frights

MALANGTODAY.NET – Rumor yang berkembang seputar ritual pemujaan terhadap setan kian hari kian mengkhawatirkan. Baru-baru ini, dua remaja putri yang masih duduk di bangku SMP diamankan oleh petugas kepolisian karena merencanakan pembunuhan terhadap teman-temannya untuk ritual pemujaan setan.

Peristiwa ini terjadi di Florida, Amerika Serikat. Dua murid Bartow Middle School yang masing-masing berusia 11 tahun dan 12 tahun mengaku kepada polisi sebagai pemuja setan dan merencanakan pembunuhan kepada 15 pelajar. Mereka mengaku mendapatkan ide tersebut setelah menonton film horor.

Baca Juga: Lebih Beruntung dari Khashoggi, Ini Kisah Jurnalis yang Disekap Ekstremis Suriah

Keduanya ditangkap pada Selasa (23/10/2018) lalu dengan tuduhan konspirasi pembunuhan, kepemilikan senjata di area sekolah, membawa senjata yang disembunyikan, dan mengganggu sekolah. Keduanya juga berencana untuk meminum darah dan memakan daging murid-murid yang mereka bunuh dan mereka bunuh diri.

“Setelah murid tak bernyawa, mereka akan memutilasinya dan makan bagian dari daging segar. Dengan membunuh temannya, mereka akan ke neraka sehingga bisa bersama setan,” tulis keterangan polisi dilansir dari Kompas.com, Jumat (26/10/2018).

Psikolog Wendy Rice menilai bahwa apa yang dilakukan oleh anak-anak tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti salah satunya adalah penolakan sosial. Hal ini kemungkinan memengaruhi perbedaan konsep pemahaman antara anak-anak dan orang dewasa.

Baca Juga: Temukan Titik Terang, Turki Temukan Potongan Jenazah Khshoggi

“Ketika anak-anak merasa kehilangan haknya atau mengalami penolakan sosial, mereka akan memandangnya secara ekstrem untuk mencoba mencari tempat agar bisa masuk dalam kelompok tertentu. Konsep mereka tentang kematian atau keabadian sedikit berbeda dengan orang dewasa,” tambah Rice.

Sementara itu, hakim jaksa wilayah masih meninjau tuntutan yang akan dikenakan pada kedua anak ini. Untuk sementara itu, mereka ditempatkan di fasilitas tahanan remaja.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...