Sepertiga Karyawati PBB Alami Pelecehan Seksual, Sekjen Sebut Itu Sebanding
Ilustrasi kantor PBB @United Nations Peacekeeping

MALANGTODAY.NET – Kampanye menolak pelecehan seksual terhadap perempuan dalam bebera tahun ke belakang semakin masif disuarakan di berbagai belahan dunia. Namun apa jadinya jika badan internasional sekelas Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) justru menjadi salah satu tempat berlangsungnya praktik pelecehan seksual terhadap perempuan?

Dilansir dari CNN Indonesia, Rabu (16/1/2019), survei dilakukan untuk mengetahui bagaimana perlakuan kepada perempuan di kantor PBB. Hasil survei menunjukkan sebanyak 33 persen karyawati mengaku setidaknya pernah mengalami pelecehan seksual dalam dua tahun terakhir. Di luar rentang waktu tersebut, presentase ini naik menjadi 38,7 persen.

Berdasarkan survei tersebut, diketahui bahwa tindak pelecehan yang umum dilakukan berupa lelucon atau cerita cabul yang sifatnya ofensif kepada perempuan. Beberapa tindakan lain seperti ucapan terhadap penampilan, tubuh, hingga aktivitas seksual juga beberapa kali dilakukan.

Menilik pelakunya, diperkirakan sebanyak dua dari tiga pelaku pelecehan adalah laki-laki. Tak hanya itu, satu dari empat pelaku diketahui sebagai manajer dan satu dari sepuluh merupakan kalangan dari pehjabatan pemimpin senior.

Mengenai hal itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengaku bahwa hasil statistik terkait pelecehan seksual di kalangan pegawai perempuan ini akan menjadi acuan. Pasalnya, ia masih menganggap bahwa hasil survei dipandang msih sebanding dengan organisasi lain. Hanya saja, status PBB sebagai lembaga internasional harus menetapkan standar yang tinggi.

Sebelumnya, pada Februari 2018 PBB telah menyediakan layanan bantuan 24 jam bagi pegawai perempuan untuk melaporkan pelecehan seksual. Kepala Badan UNAIDS Michael Sidibe sendiri juga dikabarkan mundur dari jabatannya karena disebut tidak tegas menyelesaikan pelecehan terhadap perempuan.(sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.