Kapal Pengungsi Diserang Helikopter, Puluhan Warga Sipil Terbunuh
Ilustrasi kapal pengungsi Somalia © VOA Indonesia

MALANGTODAY.NET – Sebuah helikopter menyerang kapal yang ditumpangi pengungsi Somalia. Sedikitnya 40 pengungsi dilaporkan Badan Pengungsi PBB, terbunuh dalam peristiwa penembakan ini, Sabtu (18/03).

Mohamed al-Alay, petugas pengawas pantai di wilayah Hodeidah yang dikuasai kelompok Houthi mengatakan kepada Reuters bahwa para pengungsi yang membawa surat jalan dari badan pengungsi PBB, UNHCR, sedang dalam perjalanan dari Yaman menuju Sudan, ketika mereka diserang oleh helikopter Apache di dekat selat Bab al-Mandeb.

Dilansir dari Antara, UNHCR menyebut dalam akun Twitter jumlah korban jiwa sedikitnya 40 orang pengungsi. Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyebut korban jiwa 33 orang dan 29 orang lainnya terluka serta seorang penumpang yang hilang.

“Kami belum bisa mengetahui siapa yang menyerang namun para penyintas mengatakan bahwa mereka juga mendapat serangan dari kapal lain pada pukul 21 waktu setempat, awak kapal menggunakan lampu dan berteriak menyebut bahwa kapal berisi warga sipil,” kata perempuan juru bicara ICRC, Iolanda Jaguemet.

“Sayangnya hal itu tidak berarti apa-apa malahan satu helikopter bergabung melakukan serangan,” katanya.

Shabia Mantoo, perempuan juru bicara UNHCR di Yaman membenarkan bahwa sejumlah pengungsi terbunuh.

“Kami sangat sedih oleh serangan ini, para pengungsi yang sedang dalam perjalanan menuju Hodeidah terkena dampak dari peperangan,” katanya.

Seorang pelaut yang menangani kapal, Ibrahim Ali Zeyad mengatakan ada 80 pengungsi yang diselamatkan.

Organisasi Migrasi Internasional (IOM) mengatakan jumlah korban lebih dari 31 orang.

“Kami baru mendapat informasi akan serangan helikopter atas sebuah kapal yang meninggalkan Yaman untuk menuju Sudan,” kata juru bicaranya, Joel Millman dalam jumpa pers di Jenewa.

Ia mengatakan bahwa IOM mengetahui ada 80 penyintas yang dikirim ke rumah sakit.

Eric Christopher Wyss dari ICR mengatakan, “ini pemandangan yang membuat pilu. Saya melihat ada banyak orang laki-laki dan perempuan juga anak-anak, terbunuh dengan luka-luka yang mengerikan. Koalisi pimpinan Saudi yang bertikai dengan pasukan Houthi di Yaman mengatakan tidak melakukan operasi apa pun atau terlibat dalam kegiatan di sekitar Hodeidah pada Kamis,” tututnya.

Sementara itu, Juru bicara koalisi Jenderal Ahmed al-Asseri mengatakan Hodeidah masih di bawah kendali Houthi dan pelabuhannya masih dimanfaatkan untuk menyelundupkan manusia, senjata dan serangan-serangan yang terkait dengan komunikasi di Laut Merah.

Hodeidah dikuasai pejuang Houthi-Iran yang menyerbu Sanaa, ibukota Yaman pada 2014 dan mendesak pasukan pemerintah Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi yang mendapat dukungan Saudi, melarikan diri ke pengasingan.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here