Erdogan Desak Pemimpin Dunia Bantu Muslim Rohingya
Presiden Turki Tayyip Erdogan@istimewa

MALANGTODAY.NET – Sebanyak 10.000 pegawai negeri sipil (PNS) dan 15 media di Turki diberhentikan terkait dengan kecurigaan atas keterlibatan organisasi teroris dan ulama Fethullah Gulen.

Lebih sekitar 100.000 orang sudah dipecat dan 37.000 lainnya ditahan sejak kudeta yang gagal pada bulan Juli lalu. Fethullah Gulen dituding pemerintah Turki sebagai dalang dibalik kudeta tersebut. Kini diketahui kondisi darurat yang diberlakukan tepat setelah upaya kudeta gagal telah diperpanjang selama tiga bulan lagi sampai Januari 2017.

Berdasarkan dekrit yang dikeluarkan, media yang dibredel adalah koran dan majalah yang terbit dari wilayah mayoritas Kurdi di wilayah tenggara Turki. Sejak keadaan darurat diberlakukan, jumlah media yang telah ditutup mencapai 160 media.

Menanggapi hal itu, partai-partai oposisi menggambarkannya sebagai kudeta itu sendiri. Tindakan keras pemerintah Turki juga telah memicu keprihatinan atas fungsi negara.

“Apa yang pemerintah dan Erdogan lakukan sekarangan adalah kudeta langsung terhadap supremasi hukum dan demokrasi,” kata Sezgin Tanrikulu, seorang anggota parlemen dari oposisi Partai Republik Rakyat utama (CHP), Senin (31/10).

Dilansir sindo, operasi pembersihan yang dilakukan oleh rezim Erdogan ini memicu kekhawatiran kelompok hak asasi manusia dan negara Barat yang menjadi sekutu Turki. Negara Barat takut jika orang yang terpilih sebagai muslim dua paling berpengaruh di dunia itu akan menggunakan aturan keadaan darurat untuk memberangus perbedaan pendapat yang bertujuan untuk menghilangkan kelompok yang kontra dengan pemerintah.  (snd/ind)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda