Gempa 7.3 Skala Ritcher Guncang Perbatasan Irak-Iran, 400 Orang Tewas
Suasana berkabung di kota Sarpol e Zahab, Kermenshah, Iran @ dailymail.co.uk

MALANGTODAY.NET – Lebih dari 400 orang tewas dan ribuan lainnya luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan 7,3 skala ritcher (SR) yang menguncang perbatasan Irak dan Iran pada Minggu (12/11).

Dilansir dari Dailymail, berdasarkan laporan dari Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada 30 kilometer pinggiran Kota Halabja, Irak timur, diikuti oleh dengan gempa susulan sebanyak 100 kali.

Gempa 7.3 Skala Ritcher Guncang Perbatasan Irak-Iran, 400 Orang Tewas
Peta pusat gempa perbatasan Irak-Iran @ dailymail.co.uk

Berdasarkan laporan, hingga Senin (13/11) sebanyak 400 orang tewas di daerah Iran dan enam korban tewas di perbatasan Irak.

Guncangan ini tak hanya terasa disekitar perbatasan Irak dan Iran saja, namun juga terasa sampai kota Baghdad, Irak hingga bibir barat pantai Mediterania.

Gempa bumi berkekuatan 7,3 SR ini melumpuhkan Kota Sarpol-e Zahab yang berada di Provinsi Kermanshah, Iran. Sarpol-e Zahab merupakan kota yang terkena dampak paling besar dari kejadian ini. Sebanyak 236 korban jiwa meninggal dunia dan kota tersebut mengumumkan suasana berkabung selama tiga hari.

Gempa 7.3 Skala Ritcher Guncang Perbatasan Irak-Iran, 400 Orang Tewas
Keluarga korban shock dengan kepergian orang terdekatnya di Kota Sarpol e Zahab @ AFP.com

Menurut pemberitahuan dari kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA), melaporkan bahwa pemerintah sudah mengirimkan 30 tim Palang Merah ke lokasi gempa, terutama daerah-daerah yang tidak ada listrik.

Namun, beberapa desa harus bersabar menunggu bala bantuan. Karena selain tidak adanya listrik, banyak jalan-jalan yang terisolasi oleh reruntuhan bangunan dan tanah longsor.

“Sangat sulit bagi tim penyelamat untuk menuju ke beberapa desa. Hal ini dikarenakan akses jalan yang terputus dan adanya tanah longsor.” kata Kepala Dinas Darurat Iran Pir Hossein Koolivand.

Wakil Gubernur Kermanshah, Mojtaba Nikkerdar, mengatakan bahwa jumlah korban bisa bertambah, karena masih ada warga yang tertimpa reruntuhan gedung.

“Ada orang-orang yang masih berada di bawah reruntuhan. Kami harap angka korban tewas dan luka-luka tak akan bertambah terlalu banyak, namun itu akan bertambah,” tuturnya seperti yang dilansir dari Presstv, Senin (13/11).

Sementara itu, di wilayah Irak, kerusakan terbesar terjadi di kota Darbandikhan, 75 kilometer sebelah timur Sulaimaniyah, Provinsi Kurdistan.

Gempa 7.3 Skala Ritcher Guncang Perbatasan Irak-Iran, 400 Orang Tewas
Seorang warga mencari korban di sela reruntuhan gedung di Derbendihan, Sulaimaniyah @ dailymail.co.uk

Gempa tersebut menewaskan sedikitnya enam orang dan menyebabkan 150 lainnya mengalami luka-luka.

“Keadaan disana sangatlah genting,” papar Menteri Kesehatan wilayah Kurdistan, Rekawt Hama Rasheed seperti yang dikutip dari Dailymail, Senin (13/11)

Walaupun jumlah korbannya lebih sedikit daripada Iran, tetapi keadaan disana sangat memprihatinkan. Beberapa rumah sakit daerah pun lumpuh karena tidak adanya aliran listrik. Sehingga para korban terpaksa diungsikan keluar dari Sulaimaniyah untuk menjalani perawatan.

Dahsyatnya guncangan ini membuat warga yang berhasil selamat dari kejadian, masih mengalami shock atau tidak percaya dengan pemandangan gempa 7,3 SR tersebut.

Salah satu warga Irak, mengungkapkan bahwa bangunan-bangunan yang ada di daerah Salihiya terlihat seperti menari-nari diudara, saat gempa berlangsung.

“Saya sedang duduk dan makan malam bersama anak-anak saya, tiba-tiba gedung tersebut mulai terlihat seperti menari-nari di udara,” ungkap Majida Ameer, salah satu korban selamat beserta ketiga anaknya.

Gempa di perbatasan Irak-Iran ini merupakan dampak dari aktivitas pergerakan lempeng tektonik Arab dan Eurasia sepanjang 1.500 kilometer. Pada kawasan ini, memang sering terjadi pergerakan seismik. (Ans)

Loading...