7 Fakta Rahasia Tentang Misi Apollo 7, Pembuka Jalan ke Bulan
Kru Apollo 7 @Bay Area Houston Magazine

MALANGTODAY.NET – Tepat hari ini, 50 tahun yang lalu, salah satu misi bersejarah perjalanan ke ruang angkasa bernama Apollo 7 diluncurkan. Misi ini dikatakan sebagai misi tersukses NASA saat itu yang kemudian membukakan jalan Neil Armstrong, Edwin Aldrin, dan Michael Collins sebagai manusia pertama yang pergi ke bulan dalam misi Apollo 11.

Apollo 7 dikomandoi oleh Walter Schirra, Donn Eisele, dan Walter Cunningham. Ketiganya meluncur dari Stasiun Angkatan Udara Cape Kennedy di Florida. Misi ini adalah misi peluncuran ruang angkasa pertama berawak tiga orang dari Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: 9 Pesan Terakhir Kriminal Kelas Kakap Sebelum Dieksekusi Mati, Keren!

Untuk menghormati mereka bertiga, berikut ini fakta-fakta menarik tentang Apollo 7 yang tak banyak diketahui orang.

Kembali Tidak Dalam Kondisi Terbaik

Schirra, Eisele, dan Cunningham kembali ke Bumi setelah mendarat di Samudera Atlantik dengan posisi terbalik. Ketiganya berada dalam kondisi tubuh yang sangat tidak baik. Mereka mengalami head cold atau kondisi flu yang benar-benar membuat hidung sangat tersumbat dan sakit kepala. NASA diketahui jarang menggunakan orang yang sama untuk misi selanjutnya karena dampak ini.

Misi Ini Hanya Tes

Tujuan Apollo 7 diluncukan tak lain hanya sebagai pengujian penuh pesawat ruang angkasa beserta perlengkapannya. Misi ini kemudian dilanjutkan oleh Apollo 8 sebagai manusia pertama yang meninggalkan orbit rendah bumi. Misi-misi ini yang kemudian membuka pendaratan di Bulan. Apollo 7 menghabiskan 10 hari, 20 jam, dan sembilan menit. Lebih banyak dari seluruh misi ruang angkasa Uni Sovyet. Dengan aktu selama itu, mereka berhasil mengorbit bumi sebanyak 163 kali.

Baca Juga: Columbus Penemu Amerika? Hoax! Ini Dia Penemu Sebenarnya

Bekal Terlalu Banyak

Makanan yang dijadikan bekal oleh mereka antara lain koktail buah, roti kayu manis, salad ayam, kakao, roti jahe, sereal aprikot, daging panggang, dan puding butterscotch. Tentunya, mereka memakannya dengan menambahkan air. Ketiga astronot ini mengeluh pada New York Times karena makanan yang dibawa terlalu banyak dan terlalu manis.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...