merdeka.com

 

MALANGTODAY.NET – Kandidat presiden Amerika Srikat dari Partai Republik, Donald Trump kalah dalam pemilihan presiden.

Kekalahan tersebut menjadikan ratusan pendukung Trump melakukan kampanye dan mendengarkan langsung pidato Trump.

Namun di balik segala keriuhan kampanye, sebagian pendukung Trump tengah dilanda kekhawatiran jika kandidat jagoan mereka gagal berkantor di Gedung Putih. Sebagian orang khawatir mereka akan dilupakan sambil memendam rasa frustrasi dan kekecewaan. Sebagian lagi meyakini akan terjadi konflik kekerasan di mana-mana.

Dilansir dari merdeka.com, pendukung Trump bernama Jared Halbrook, 25 tahun, asal Green Bay, Negara Bagian Wisconsin, mengatakan jika Trump kalah dari Hillary Clinton karena pemilu yang menurut dia bisa dicurangi, maka itu akan memicu kembali munculnya ‘Perang Revolusi’.

“Orang-orang akan berunjuk rasa ke gedung parlemen,” kata Halbrook yang bekerja di bagian pelayanan konsumen, seperti dilansir koran the New York Times, Kamis (27/10). “Mereka akan melakukan apa saja untuk menyeret Clinton keluar dari kantornya karena dia tidak berhak ada di sana.”

Wawancara terhadap lebih dari 50 pendukung Trump dalam enam acara kampanye pada sepekan terakhir memperlihatkan perbedaan cukup mencolok dibanding ketika Trump memenangkan pemilihan pendahuluan (primary) untuk kemudian maju sebagai kandidat dari Republik.

Jajak pendapat teranyar menyebut Clinton akan menang. Sebagian pendukung Trump memberikan gambaran masa depan suram jika hal itu benar-benar terjadi.

“Ini bukan soal apa yang akan saya lakukan, tapi saya khawatir negara ini akan dilanda kerusuhan,” kata Roger Pillath, 75 tahun, pensiunan guru dari Coleman, Wisconsin.

“Saya tidak pernah melihat negara sangat terbelah seperti sekarang. Hitam-putih, tidak ada kompromi. Kampanye Clinton bilang, bersama kita makin kuat, tapi kebersamaan itu tidak pernah ada. Negara ini begitu terbelah. Saya melihat revolusi sudah di ambang mata,”. (mrd)