Pusat Muslim Dunia, Ateis Justru Tumbuh Subur di Negara Arab
Ilustrasi ateis di Negara Arab @The Islamic Monthly

MALANGTODAY.NET – Negara Arab identik dengan populasi Muslim yang tinggi. Namun kabar terbaru justru menunjukkan bahwa terjadi pertumbuhan signifikan penduduk ateis yang mencapai angka hingga 2.293 jiwa dari 300 juta jiwa penduduk negara-negara Arab.

Dilansir dari Tempo.co, Jumat (11/1/2019), data tersebut diperoleh dari hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Hukum Islam di Kairo, Mesir, Dar Al Ifta. Namun banyak pihak menyangsikan hasil penelitian tersebut mengingat jajak pendapat yang dilakukan hanya sebatas pada jumlah keanggotaan group ateis di social media.

Baca Juga  Dicurigai di Negeri Sendiri, FBI Selidiki Dugaan Trump Bekerja untuk Rusia

Namun data yang lebih mengejutkan ditunjukkan oleh tim peneliti WIN/Gallup International pada 2012 silam. Data tersebut bahkan menunjukkan jumlah ateis di Arab Saudi mencapai lebih dari satu juta jiwa. Sementara itu, sekitar 6 juta jiwa mengaku bukan sebagai sosok yang religius. Hal tersebut menjadi sangat ironis mengingat mayoritas negara Arab menghukum kemurtadan dengan kematian.

Hal yang sama juga terjadi di Mesir, Afrika Utara. Siswa asal Mesir berumur 21 tahun bernama Karim Al Banna dijatuhi hukuman penjara tiga tahun. Hal ini karena ia mengunggah postingan yang dinilai menghina Islam. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai ateis di akun Facebook-nya.

Baca Juga  Gara-gara Dukun, Remaja Ini Bunuh dan Perkosa Mayat Ibunya Demi Uang

Mundur jauh sebelumnya, pada musim semi tahun 2011 negara Arab mengalami guncangan revolusioner akibat ribuan anak muda yang menuntut kebebasan. Pada saat yang bersamaan, intelijen Palestina berhasil mengamankan pemuda 22 tahun bernama Waleed Al Husseini karena mempromosikan gerakan ateis.

Meski berkembang pesat, namun banyak para penganut ateis yang tidak berani menyampaikan pada famili maupun kerabat terdekatnya karena takut mengecewakan mereka. Hal ini lantaran agama merupakan hal yang harus dipatuhi dan tak perlu dipertanyakan lagi.


Penulis: Radea Hafidh
Editor: Radea Hafidh

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.