Pengaruh China di Dunia Makin Luas, AS Prihatin Takut Tersalip
Ilustrasi perselisihan antara Amerika Serikat dan China @Industry Week

MALANGTODAY.NET – Status Amerika Serikat (AS) sebagai negara adidaya di dunia belakangan ini mulai mengkhawatirkan. Pasalnya, berbagai kebijakan blunder yang mereka lakukan seperti menutup pemerintahan hingga akhirnya China muncul sebagai kandidat yang akan menggantikan peran AS itu.

Dilansir dari Detik.com, Rabu (16/1/2019), AS dikabarkan makin prihatin lantaran langkah China makin meluas dalam skala global lewat cara-cara militer dan ekonomi. Terbaru, Negeri Tirai Bambu itu dikabarkan tengah bekerja untuk melampaui jumlah personel militer AS di pos Indo-Pasifik. Hal ini disinyalir sebagai upaya untuk menggantikan Negeri Paman Sam sebagai kekuatan besar di poros itu.

“Departemen prihatin dengan tindakan-tindakan yang telah diambil pemerintah China yang tidak sejalan dengan norma-norma internasional, mengurangi kedaulatan negara-negara, atau merusak keamanan Amerika Serikat, sekutu-sekutu kita, atau mitra-mitra kita,” tulis keterangan resmi Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.

Salah satu faktor yang membuat Pentagon prihatin adalah inisiatif One Belt One Road (OBOR) milik China yang disebut memprihatinkan. Pasalnya, upaya ekonomi ini bisa saja menjadi alat kebijakan luar negeri yang sifatnya teror. Hal ini menilik adanya kemungkinan untuk membungkam negara-negara lain yang menentang kebijakan pemerintah Beijing.

“Sembari memberikan manfaat kepada negara-negara tuan rumah, proyek-proyek ini juga akan memfasilitasi upaya China untuk memperluas kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi, mempromosikan standar teknis nasional yang unik, memajukan tujuannya untuk transfer teknologi, dan berpotensi memungkinkan sensor bermotivasi politik,” tulis Pentagon.

Bahkan dalam beberapa situasi, Pentagon menuduh China menggunakan paksaan ekonomi untuk mencapai tujuan politik tertentu. Atas dasar itu, Departemen Pertahanan AS berencana akan membangun kekuatan yag lebih mematikan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan militer, memperkuat sekutu dan mitra, dan berpotensi mereformasi departemen.(sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.