Sebelumnya Diklaim Sekutu, Arab Saudi Malah Larang Muslim Israel Umroh
Ilustrasi jamaah ibadah haji dan umrah @The Thinking Muslim

MALANGTODAY.NET – Beberapa waktu lalu, Menteri Energi Israel Yuval Stenitz mengklaim bahwa negaranya dan Arab Saudi adalah sekutu. Pernyataan ini terkait kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi. Stenitz mengungkapkan bahwa pembunuhan tersebut tak memutuskan pendirian mereka untuk berada dalam satu pihak melawan Iran.

“Dan negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, adalah sekutu kami dalam beberapa tahun terakhir terhadap Iran dan melawan ancaman nuklir Iran,” tegasnya dikutip dari MalangTODAY, Sabtu (3/11/2018) lalu.

Baca Juga: Menteri Israel Tanggapi Pembunuhan Khashoggi: Arab Saudi Adalah Sekutu Kami

Namun baru-baru ini, pemerintah Arab Saudi menerbitkan larangan masuk bagi Muslim Israel untuk melakukan ibadah umrah. Larangan tersebut merupakan kelanjutan dari larangan saat musim haji beberapa bulan lalu.

Pukulan Bagi Muslim Israel

Muslim Israel sejatinya merupakan warga Arab Palestina yang telah menetap dan berstatus sebagai warga negara Israel. Padahal sebelumnya, pemerintah Arab Saudi memperbolehkan jamaah haji dari Israel untuk melakukan haji dan umrah dengan menggunakan paspor sementara Yordania.

Keputusan Arab Saudi ini dinilai sangat memengaruhi sekitar 1 juta warga Muslim Israel. Menurut Ketua Komite Haji Israel, Haji Salim Shalata, ia sangat menyesalkan keputusan ini mengingat pada Desember mendatang telah terdaftar ribuan orang yang akan melaksanakan ibadah umrah.

Baca Juga: Sebelum Konser Gun N Roses di Jakarta, Axl Rose Sempat Ancam Donald Trump

“Kami tidak memiliki penjelasan atas apa yang terjadi, jadi kami mengajukan banding ke setiap kemungkinan bantuan, tetapi kami sangat menyesal bahwa ziarah yang seharusnya dilakukan pada bulan Desember, yang telah didaftarkan ribuan orang, tidak bisa diadakan,” ujar Shalata dilansir dari SindoNews.com, Kamis (8/11/2018).

Pejabat Arab Saudi sejauh ini tetap pada pendirian bahwa setiap hubungan yang dijalin dengan Israel bergantung pada penarikan pasukan Israel dari tanah Arab, termasuk daerah Palestina yang telah diduduki sejak 1967.


Penulis: Raka Iskandar
Editor: Raka Iskandar

Loading...