Demi Alihkan Isu Khashoggi, Arab Saudi Bujuk Israel Mulai Perang Lagi di Gaza
Perdana Menteri Israel dan Pangeran Mahkota Arab Saudi @ Iuvmpress

MALANGTODAY.NET – Pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi di Konsulat Jenderal Arab Saudi, Kota Istanbul, Turki, hingga hari ini masih belum terkuak. Pangeran Mahkota Saudi Disinyalir ikut terlibat dalam pembunuhan ini.

Kerajaan Arab Saudi sendiri telah mendapatkan banyak tekanan dari berbagai pihak untuk segera menyelesaikan kasus ini. Tak hanya Pemerintah Turki, bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mendesak agar pembunuh Khashoggi segera diungkap.

Baca Juga: Diduga Sebabkan Lion Air Terjatuh, Pilot Amerika Kecam Boeing Berjamaah

Dilansir dari tirto.id, tersiar kabar jika saat ini Kerajaan Arab Saudi sedang melobi Pemerintah Israel untuk kembali memulai konflik dengan Hamas di Jalur Gaza. Hal tersebut dipercaya Arab Saudi dapat kembali memecahkan konsentrasi dan fokus dunia.

Disinyalir negoisasi tersebut dilakukan langsung oleh Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman (MBS) kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca Juga: Belajar dari Pengalaman, Ini Pesan Terakhir Rooney Jelang Pensiun

Apabila rencana ini benar-benar terlaksana, besar harapan Arab Saudi konsentrasi Amerika Serikat akan kembali melihat Saudi sebagai sosok yang memperkuat kepentingan strategis Israel.

Tak hanya itu, disinyalir Arab Saudi dan Israel memiliki hubungan yang semakin dekat secara diam-diam. Kedekatan tersebut adalah dampak dari kesamaan permusuhan mereka terhadap Iran.

Baca Juga: Wahai Pengendara, Ini Bahayanya Cuci Motor Saat Kondisi Mesin Panas!

Di sisi lain, Edward Snowden, seorang whistle-blower buronan Amerika Serikat juga membeberkan perkiraannya bahwa salah satu perusahaan Israel juga terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Dugaan Snowden ada salah satu software yang menginfeksi smartphone Khashoggi yang kemudian menjadi perangkat mata-mata.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...