Aksi Unjuk Rasa Warga Palestina Terus Berlanjut, 40 Orang Luka-luka
Ilustrasi bentrokan@rabbibrant

MALANGTODAY.NET – Gelombang aksi unjuk rasa warga Palestina menolak pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel terus bergulir.

Dari keterangan militer Israel, sejumlah 2.500 demonstran melakukan orasi di Tepi Barat. Gelombang unjuk rasa juga juga datang dari sepanjang perbatasan Israel dan Jalur Gaza melibatkan 3.500 warga Palestina, Jumat (15/12) waktu setempat.

Dalam peristiwa konflik tersebut, aparat militer Israel terpaksa melancarkan berondongan peluru terhadap oknum disinyalir sebagai penghasut kerusuhan yang melakukan pelemparan batu dan juga bom molotov ke arah polisi dan tentara Israel.

Dilaporkan tim medis, sejumlah tiga orang warga Palestina alami luka-luka akibat tembakan petugas di bagian Tepi Barat. Sementara, sekira 38 orang lainnya mengalami cedera di perbatasan antara Jalur Gaza dengan Israel.

“Selama kekerasan tersebut, tentara IDF menembak secara selektif kepada para penghasut utama,” begitu bunyi pernyataan singkat militer Israel, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (15/12).

Seperti diketahui, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel, di Gedung Putih, Washington, Rabu (6/12) waktu setempat. Bahkan, Trump juga mengumumkan rencana pemindahan Kedutaan Besar AS untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Pengakuan Trump terhadap posisi Yerusalem sebagai Ibukota Israel, akan memperkuat posisi Israel dan melegitimasi permukiman di kawasan timur kota itu sebagai komunitas Israel yang sah.

Sekaligus membuat marah dunia Arab dan sekutu Barat yang semakin menghambat proses negoisasi antara kedua belah pihak yang berlangsung selama beberapa dekade.

Sebagai informasi, Israel mencaplok Yerusalem Timur dari pasukan Arab, setelah memenangi Perang Timur Tengah pada 1967. Sementara, warga Palestina berharap Yerusalem dapat menjadi ibu kota negara mereka yang merdeka di masa depan.

Loading...