Inilah Alasan di Balik Gampang Terpengaruhnya Para Pemilih Pemula
Ilustrasi pemilih pemula @MalangTODAY/Istimewa

MALANGTODAY.NET – Rabu 15 Februari 2017 Indonesia menyelenggarakan pilkada serentak dan hari ini pun ditetapkan sebagai hari libur nasional. Satu hal yang tidak luput dari moment tersebut adalah keberadaan para pemilih pemula dalam merealisasikan partisipasi politiknya.

 

Ine Indriani selaku pakar psikologi anak mengemukakan bahwa, para pemilih pemula merupakan kelompok yang paling mudah dipengaruhi.

 

Lantas, apa sih yang sebenarnya membuat mereka gampang dipengaruhi? Berikut penuturan Ine Indriani, seperti dilansir dari Republika.co.id.

 

“Para pemilih pemula mudah sekali terpengaruh. Karena dia (anak pemilih pemula) memang secara otak memang belum terlalu matang, kan otaknya kan sedang beradaptasi seperti orang dewasa tapi belum. Nah yang tengah-tengah matang ini merasa, oh ya saya gede. Di satu sisi dia masih kecil,” tutur Indriani.

 

Tidak hanya itu, tingkat emosi dan hormon yang sedaang on fire pun menjadi salah satu alasan, sehingga mereka mudah terpengaruh, dan mendadak sok idealis. Seperti yang Indriani contohkan dengan mengibaratkan para pelaku pengeboman yang ternyata masih labil.

 

“Makanya kalau pengeboman dan segala macam yang dipakainya anak yang labil kan. Karena dia gampang untuk dimasuki. Kalau kita kan lebih tahu, stabil. Tahu realitanya begini,” ujarnya.

 

Indriani memberikan analogi seperti, ketika orangtua masih kuliah dan melakukan aksi demo, orangtua dulu menganggapnya realistis. Akan tetapi, kalau kita sekarang tarik lagi dalam perspektif orang dewasa, mungkin akan berbeda.

 

“Oh iya ya, enggak realitis. Jadi tidak perlu demo.”

 

Indriani juga menegaskan, kalau anak usia pemilih pemula masih memiliki idealisme tinggi.

 

‪“Secara hormon dan psikologis memang belum terlalu matang. Tapi memang sudah siap menuju dewasa. Usia gampang terpengaruh itu sebenarnya sudah berusia di atas 12 tahun sudah mulai. SMP, SMA sudah lebih mulai lagi, 16 tahun ya biasanya,” tandasnya dikutip dari sumber yang sama.

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here