Ilustrasi orang meninggal (ist)
Ilustrasi orang meninggal (ist)

MALANGTODAY.NET – Tenaga Kerja Wanita (TKW) bernama Ani Eka Sari (45) asal Kampung Parunghalang RT 02 RW 03, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung dikabarkan meninggal dunia pada Senin (28/1/2019) di Malaysia.

Berita duka ini dikabarkankan kepada keluarga oleh rekan Ani yang juga ada di Malaysia pada Rabu (30/1/2019).

“Tahunya pas hari Rabu, tapi kalau meninggalnya katanya hari Senin,” ujar putra Ani, Gilang Sena Maulana dilansir dari Detik.com (1/2/2019).

Berdasarkan informasi yang didapatkan keluarga, Ani sudah bekerja di Malaysia sejak 2009 silam dan sudah lama mengidap penyakit gagal ginjal.

Menurut keterangan keluarga, jenazah Ani saat ini masih berada di Hospital Malaka Central Malaysia. Jika diharuskan memilih, keluarga memilih untuk memakamkan Ani di Malaysia. Sebab, biaya yang harus dikeluarkan jika harus dimakamkan di Indonesia cukup besar.

Jika dimakamkan di Indonesia biayanya sekitar Rp 20 juta sedangkan jika di Malaysia sekitar Rp 5 juta. Keluarga mengaku ada ketebatasan ekonomi jika harus menutupi biaya sebanayk itu. Keluarga juga mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah untuk menangani kondisi ini.

Sementara itu, Staf Perlindungan Pemberdayaan dari BP3TKI Bandung, Yogie Noorhidayat menduga bahwa Ani adalah TKI ilegal. Pasalnya dokumen Ani tidak lengkap dan keluarga tidak memiliki salinan dokumen tersebut.

“Berangkat resmi, pas di sana jadi ilegal, kabur dari agen karena ingin yang lebih,” ujar Gilang.

Untuk data yang lebih lengkap, pihak Kedutaan Besar republik Indonesia (KBRI) di Malaysia masih menelusuri status Ani di Malaysia. Jika ternyata ditemukan fakta bahwa Ani adalah TKI ilegal maka harus dimakamkan di Indonesia.

Berbeda halnya jika diketahui bahwa Ani adalah TKI legal maka boleh dimakamkan di Malaysia dan biaya akan ditanggung pemerintah dilansir dari Ayobandung (1/2/2019). (AL)

 

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.