Ilustrasi gelandangan di Bandung (Republika)
Ilustrasi gelandangan di Bandung (Republika)

MALANGTODAY.NET – Pemkot Bandung sudah mulai menunjukkan sikapnya dalam menangani kemiskinan warganya. Salah satu bentunya dengan mendirikan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos).

Puskesos yang baru diresmikan Kamis (27/12/2018) ini berlokasi di Rancacili, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung. Nantinya, gedung ini akan menjadi tempat rehabilitasi bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Baca Juga  Asyik! Berkendara di Bandung Bisa Dapat Voucher 500 Ribu

Beberapa kalangan yang tergolong PMKS adalah gelandangan, wanita tuna susila (WTS), Pekerja Seks Komersil (PSK), dan anak jalanan (anjal) di kota Bandung.

“Pak Wali Kota menitipkan kepada saya agar tidak boleh ada lagi orang yang tidur di pinggir jalan. Jadi harus diangkut sama Dinsos ke sini sudah ada hotelnya. Untuk penjangkauan kita sudah punya mobil operasi tiga bus tiga perempat ada 3, dua shuttle bus dan dua mobil yang kecil-kecil,” ujar Kepala Dinas Sosial dan Penanganan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung, Tono Rusdiantono dilansir dari Kompas.com (27/12/2018).

PMKS yang terjaring nantinya akan dibina di Puskesos selama 130 hari. Disana, mereka akan mendapat fasilitas yang layak. Diantaranya adalah tempat tinggal dalam rumah singgah, makanan bergizi, dan keterampilan wirausaha.

“Kita kasih makan sehari tiga kali. Sekali makan porsinya Rp 33.000,” jelas Tono.

Hadirnya Puskesos ini juga dinilai sebagai satu langkah kecil yang berdampak besar. Pasalnya, pada tahun kemarin masih belum ada sarana untuk menampung PMKS yang ada di Kota Bandung.

“Kemarin enggak bisa mendidik  mereka karena enggak  punya sarana dan tidak ada anggaran. Sekarang alhamdulillah kami diberi anggaran dari pemkot cukup besar buat melakukan  pembinaan  sebesar 10 M per tahun,” jelasnya.

Baca Juga  Bandung dan Korsel Berencana Dirikan Pusat Edukasi Kopi di Bandung

Untuk mengantisipasi PMKS abal-abal, pihak Dinas Sosial berkoordinasi dengan kecamatan dan kelurahan di Kota Bandung.

“Sistemnya di kelurahan namanya sistem layanan rujukan terpadu. Oleh kecamatan dan kelurahan dirujuk, Dinsos ngeluarin rekomendasi,” katanya.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.