Proyek 'Peyeumisasi' yang dilakukan di Klungkung, Bali @ BALIPOST
Proyek 'Peyeumisasi' yang dilakukan di Klungkung, Bali @ BALIPOST

MALANGTODAY.NET Mengatasi masalah sampah yang membludak, tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Kota Bandung, Jawa Barat, menggunakan teknologi bernama ‘peyeumisasi. Teknologi tersebut sebenarnya bukanlah hal yang baru.

Proses ‘peuyemisasi’ merupakan hasil penelitian dari dua peneliti Sekolah Tinggi Teknologi (STT) PLN, Supriadi Legino, dan Sony Jatmika Sunda Jaya. Keduanya sudah membuat konsep pada 2002 kemudian dilakukan berbagai uji coba.

Baca Juga  Waduh! Alun-Alun Kota Wisata Batu Tergenang Air Gara-Gara Sampah

Hingga STT PLN di tahun 2015 lalu ingin menciptakan temuan listrik kerakyatan dengan membuat pembangkit listrik skala kecil untuk membantu target pemeritah menyediakan listrik 35.000 MW metode ini pun mulai diterapkan.

“Saat itu alternatifnya pakai solar atau energi matahari, tapi harganya masih terlalu mahal,” sebut Arief Noerhidayat, peneliti proyek dari STT PLN, Rabu (16/5/2018) lalu dilasir Kumparan.

Sedangkan Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung sendiri mencatat, produksi sampah di Kota Bandung setiap harinya mencapai 1.500 ton sepanjang tahun 2018. Untuk hari besar keagamaan bisa mencapai 1.800 ton per hari.

“Beberapa waktu lalu, Pak Yana (Wakil Wali Kota Bandung) tertarik dengan teknologi ‘ peuyeumisasi’ dan meminta kami untuk membuatnya,” ujar Direktur Utama PT Hariff Daya Tunggal Engeneering, Budi Permana, Jumat (7/12/2018) dilansir Kompas.

Teknologi tersebut untuk tahap awalnya diterapkan di 5 TPS di Kota Bandung, di antaranya Taman Regol dan Jalan Indramayu, Bandung. Selama 5-10 hari, sampah tersebut disiram bioaktivator YATOSS setiap hari. Sampah sudah tidak berbau di hari ketiga dan menuju hari kelima sampai 10, sampah sudah bisa dicacah menjadi pelet.

Baca Juga  Retribusi Berhenti, Sampah Menumpuk di Pasar Merjosari

Pelet tersebut nantinya bisa diubah menjadi energi listrik ataupun gas. Untuk daerah terpencil biasanya diubah ke listrik dan di perkotaan ke gas. Apalagi pelet sampah ini bisa dijadikan energi. Bahkan, Indonesia Power (IP) sudah membeli untuk kebutuhan warga.

Warga pun juga bisa memanfaatkan hasil energi yang dihasilkan untuk rumah tangga ataupun produksi pabrik lainnya.


Penulis : Ilham Musyafa
Editor : Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.