Ilustrasi mutilasi
Ilustrasi mutilasi

MALANGTODAY.NET – Kasus mutilasi di Malaysia yang menimpa salah satu pengusaha tekstil asal Bandung kini masih terus dilakukan penyidikan. Diduga, korban mutilasi tersebut adalah Ujang Nuryanto (37). Keluarga yakin bahwa korban mutilasi tersebut karena banyak kesamaan ciri yang ditemukan.

Untuk kepastian identitas korban, pihak keluarga diwakili oleh sang adik kandung, Pupu telah melakukan tes DNA. Hasil tes DNA ini baru akan keluar paling cepat dua minggu mendatang atau paling lama satu bulan.

“Adiknya tes DNA ke Malaysia, tapi belum tahu pasti (mayat itu) Aa atau bukan. Katanya hasil DNA belum keluar, dua minggu paling lambat dan satu bulan paling lama,” ujar istri terduga korban, Meli Rahmawati dilansir dari Detik.com (11/2/2019).

Menurut cerita Meli, Nuryanto memang berpamitan pergi ke Malaysia untuk urusan bisnis pada Kamis (17/1/2019). Saat itu, Nuryanto mengatakan bahwa akan pulang pada Rabu (23/1/2019).

Sesampai di Malaysia, Meli mengaku dirinya masih bisa menjalin komunikasi dengan suaminya lewat sambungan telepon video. Namun, sejak Selasa (22/1/2019), ia hilang kontak dengan Nuryanto hingga sekarang.

“Saya suruh anak yang besar WA ke ayahnya, suruh telepon balik tapi enggak aktif katanya. Saya kira udah tidur atau handphone-nya habis batre. Rabu 23 Januari, sama anak yang besar di WA lagi untuk menanyakan, jadi enggak pulang hari Rabu,” ungkap Meli.

Kemudian, pada Kamis (31/1/2019), adik Nuryanto memberi kabar ada penemuan mayat mutilasi di Malaysia. Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk memastikan bahwa korban mutilasi tersebut adlaah Nuryanto atau bukan.

Sementara itu, pihak kepolisian Malaysia telah berhasil mengamankan dua rekan bisnis korban. Keduanya yakni M Iqbal alias Jimy dan M Abbas. Warga Pakistan yang tinggal di Malaysia ini diamankan polisi karena keduanya adalah dua orang terakhir yang berkomunikasi dengan Nuryanto.

“Patut diduga (pelaku) karena polisi hanya berdasarkan informasi terakhir dia dapat bersama siapa Nuryanto bareng. Tetapi ya belum tentu juga pelaku mereka. Bisa saja dari Indonesia yang dendam karena motif pembunuh mutilasi kan sangat benar-benar direncanakan,” kata pengacara Nuryanto, Hermawan dilansir dari Detik.com (10/2/2019). (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.