Ilustrasi terorisme @ Twitter

MALANGTODAY.NET – Penangkapan seorang terduga teroris di Desa Bojongmalaka, Baleendah, Kabupaten Bandung masih menyisakan rentetan masalah lain. Pasalnya, terduga teroris berinial WP ini merupakan anggota dari Jamaan Ansharut Daulah (JAD).

Diduga, ia juga memiliki kaitan dengan kasus teror bom yang terjadi di Surabaya pertengahan tahun 2018 lalu. Sementara itu, megenai penangkapannya di rumah kontrakannya di Bandung, diakui oleh pemilik kontrakan, WP masih seminggu tinggal di kontrakan tersebut.

Ike (25) selaku pemilik kontrakan mengungkapkan awal mula WP bisa tinggal di kontrakannya tersebut. Ike mengakui bahwa dirinya memang memasang iklan kontrakan. Kemudian, terduga teroris ini menghubunginya perihal penyewaan kontrakan tersebut.

Masih dalam komunikasi melalui WhatsApp, WP mengaku ia datang dari Bali ke Bandung untuk mencari tempat usaha. Untuk meyakinkan, Ike kemudian meminta WP mengirimkan KTP.

Sayangnya, dalam dua kali pengiriman KTP, semuanya tidak dapat terbaca dengan jelas. “Alasannya katanya kameranya jelek jadi ngeblur. Ngakunya asal Bali tapi di KTP-nya asal Banyuwangi. Katanya ke sini mau cari tempat usaha, tapi enggak nemu,” ujarnya.

Ike mengaku dirinya tak menaruh curiga kepada terduga teroris ini. Sebab, perilakunya begitu sopan ketika pertama bertemu. “Perawakannya enggak mencurigakan, pakai topi, orangnya sopan banget, ganteng, dia ngasih identitas dan ambil kunci ke Bapak,” katanya.

Setelah seminggu tinggal di kontrakan, Ike mendapat kabar bahwa ada penggrebekan dari Densus 88 Antiteror. Ike mengaku ia mengetahui kabar penangkapan WP sebagai terduga teroris dari saudaranya.

“Awalnya infonya dari pak RT itu ada kasus narkoba, pas penggerebekan dan penangkapan pun gak ada konfirmasi ke kami, tiba-tiba sudah ditangkap saja, saya juga tahunya dari saudara,” ucapnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.