Ilustrasi salah satu kamar lapas (Istimewa)
Ilustrasi salah satu kamar lapas (Istimewa)

MALANGTODAY.NET Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung akhirnya mengungkap kesuksesan suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah dalam membuat kamar asmara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin. Imbalan untuk (eks) Kalapas Wahid Husen menjadi modus bujuk rayu Fahmi.

Tidak tanggung-tanggung, hadiah berupa mobil jenis double cabin 4 x 4 merek Mitshubishi Triton hitam diberikan Fahmi kepada Wahid. Kesepakatan itu didapat setelah kaki tangan Fahmi, Andri Rahmat, berbicara dengan Wahid di ruang kerja kalapas, April 2018 lalu.

Baca Juga  Napi Koruptor Dipindah ke Nusakambangan? Yuk Intip Fasilitas Disana

“Saat itu Andri sedang memijat terdakwa (Wahid, red) yang sedang browsing internet melihat mobil jenis double cabin 4×4, lalu Andri menawarkan apabila menginginkan jenis mobil itu maka Andri akan menyampaikannya ke Fahmi,” tutur anggota penuntut umum KPK Muhammad Takdir Suhan saat membacakan surat dakwaan Wahid Husen di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Rabu (5/12/2018) dilansir JPNN.

“Esok harinya, Andri menyampaikan hal ini kepada Fahmi yang kemudian memutuskan untuk membelikan produk terbaru mobil jenis double cabin 4×4 merek Mitsubishi Triton,” sambung Takdir.

Baca Juga  Aiman Witjaksono Kompas TV Diperiksa Polda Metro, Ada Apa?

Sebagai informasi, hari Rabu (5/12/2018), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap fakta yang mengejutkan di dalam persidangan perdana Wahid Husen. Di dalam dokumen setebal 19 halaman itu, jaksa KPK Trimulyo Hendradi mengungkapkan salah satu napi kasus korupsi yakni Fahmi diizinkan untuk membangun bilik berukuran 2X3 meter persegi tersebut.

Kamar tersebut diduga dibangun pada tahun 2017 dan dilengkapi dengan tempat tidur. Ruangan tersebut rupanya digunakan untuk berhubungan suami isteri bagi Fahmi dan narapidana lainnya. Namun, yang mencengangkan ternyata selain dibangun untuk kepentingan pribadi, Fahmi juga mengkomersialisasikannya.

Padahal, sesuai aturan internal lapas, pembangunan ruangan semacam itu apalagi dikomersialisasikan dilarang untuk dilakukan.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.