Peserta peluncuran buku keluar dari lokasi acara (BBC)
Peserta peluncuran buku keluar dari lokasi acara (BBC)

MALANGTODAY.NET – Sabtu (5/1/2019) pagi, 27 ormas di Bandung mendatangi Masjid Mubarak di Jl. Pahlawan No. 71, Bandung. Hal ini dilakukan karena ada dugaan motif penyebaran paham Ahmadiyah melalui peluncuran buku Haqiqatul Wahy. Buku tersebut disinyalir merupakan buku pedoman penganut Ahmadiyah setelah Tadzkiroh.

“Buku ini kitab suci mereka yang kedua setelah Tadzkiroh. Buku Haqiqatul Wahy ini merupakan tafsiran dari Tadzkiroh yang menyatakan Mirza Ghulam Ahmad mendapat wahyu melalui mimpi,” ujar Ketua Harian Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Muhammad Ro’in dilansir dari BBC Indonesia (5/1/2019).

Menurut keterangan yang didapat, mereka melakukan hal ini sesuai dengan Pergub Jabar 12 tahun 2011 dan SKB 3 menteri Nomor 3 tahun 2008.

“Kami melakukan aksi ini dalam rangka mengawal Pergub Jabar 12 tahun 2011 dan SKB 3 menteri Nomor 3 tahun 2008, itu sudah jelas pelarangan aktivitas jemaah Ahmadiyah di wilayah Indonesia yang dikeluarkan di Jawa Barat,” tuturnya.

Mereka menuntut agar para peserta peluncuran buku segera membubarkan diri. Jika tidak, para anggota ormas ini akan memaksa masuk.

Diultimatum demikian, akhirnya peserta sejumlah 100 orang pun mengakhiri acara bahkan satu jam lebih awal dari jadwal yang ditentukan.

“Mereka sepakat membubarkan diri sendiri pukul 10.30. Kalau tidak bubar juga, kita akan menggeruduk masuk,” tegasnya.

Semnetara itu menurut Ketua Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Bandung Tengah, Mansyur Ahmad, buku tersebut adalah hanyalah salah satu buku tentang wahyu.

“Itu fitnah. Ini hanya salah satu buku yang penting tentang wahyu,” balas Mansyur.

Menanggapi tuntutan ormas yang nekat akan membubarkan acara, panitia mengaku pasrah. Sebab menurutnya Ahmadiyah tetap mengutamakan perdamaian.

“Kita mengalah demi kedamaian. Ahmadiyah tidak memusuhi siapapun, seperti motto kita mengasihi semua dan tidak membenci siapapun,” kata Mansyur.

Terkait kehadiran polisi dalam aksi massa tersebut, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema menyatakan hanya untuk mengantisipasi adanya bentrok kedua pihak.

“Justru polisi menjaga. Kalau membiarkan, mungkin mereka sudah menggeruduk masuk, (mereka) sudah mengancam membubarkan. Tidak, kita jaga,” kata Irman.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.