Densus 88 dan Brimob Polda Jatim Kembali Amankan Terduga Teroris di Malang
Ilustrasi tim Densus 88 saat menangkap terduga teroris (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Empat orang anggota polisi dilaporkan mengalami luka tusuk saat melakukan penggerebekan terduga teroris berinisial SHS. Penangkapan SHS (44) dilakukan di Cibungur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Kamis (4/4/2019) sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut informasi, senjata tajam yang digunakan oleh terduga teroris memang sudah disiapkan. Hal ini sebagai antisipasi ketika ada penangkapan oleh pihak kepolisian.

“Jumlah anggota empat ya yang terluka pada saat penangkapan. Terluka akibat sajam yang sengaja sudah dipersiapkan pelaku terorisme pada saat dilakukan upaya paksa penangkapan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dilansir dari Detik.com (4/4/2019).

Diketahui, anggota polisi yang mengalami luka tusuk tersebut adalah Bripka Pepen Hanafiah anggota Sat Intelkam Polres Cimahi mengalami luka tusuk bagian perut sebelah kanan. Kemudian Bripda Ahmad Krisna anggota BKO Polda Jabar terkena luka tusuk bagian perut kiri.

Selanjutnya Bharatu Danang anggota Brimob Polda Jabar yang terkena luka tusuk bagian paha sebelah kanan. Dilansir dari Berita Satu (4/4/2019), terakhir ada Brigadir Muhaimin, anggota Brimob Cikeruh yang mengalami luka robek di paha sebelah kiri dekat selangkangan dengan ukuran luka 2 cm.

Berdasarkan penyidikan, SHS dan kelompoknya akan melakukan penyerangan pada 17 April mendatang saat pemungutan suara dilakukan. Sebelumnya, telah diketahui polisi telah menangkap terduga teroris WP di kawasan Baleendah, Bandung.

Meskipun sempat melakukan perlawanan, SHS dan istrinya kemudian berhasil dilumpuhkan oleh petugas.

“Pelaku sempat melukai petugas tapi berhasil ditangkap dan langsung dimasukan ke dalam mobil. Setelah itu, sekitar pukul 12.30 WIB istrinya kemudian dibawa petugas pakai mobil Avanza,” kata Anggota Linmas Desa Batujajar Timur, Mamad Ahmad Dadan dilansir dari Kompas.com (4/4/2019).

Tanggapan Tetangga

Mengenai perilaku bermasyarakat keduanya, tetangga menilai setahun belakangan mereka memang sedikit tertutup. Interaksinya dengan masyarakat  juga berubah.

“Asalnya biasa saja, tapi setahun terakhir mendadak berubah, jadi jarang bergaul, kalau pekerjaan sehari-harinya sih jadi tukang kayu,” ujar tetangga SHS, Dar.

“Istrinya juga sama, kalau ada pengajian nggak pernah ikut di sini,” sambung Dar. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.