Curug Dago (JejakPiknik)
Curug Dago (JejakPiknik)

MALANGTODAY.NET – Keindahan Curug Dago kini rusak akibat kotoran sapi yang mencemarinya. Air yang mengalir disana pun pun kini berwarna cokelat hingga hitam. Kepala Balai Taman Hutan Rakyat (Tahura) Lianda Lubis pun mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dengan air di Curug Dago.

Diduga, air ini dapat menyebabkan kulit menjadi gatal-gatal dan kudisan. “Hati-hati kalau menyentuh air di Curug Dago. Orang enggak boleh masuk ke air, bisa gatal-gatal dan kudisan,” kata Lianda, dilansir dari Kompas (14/3/2019).

Jika musim kemarau bahkan air di curug ini bisa meletupkan gas-gas metan.“Kalau sudah masuk musim kemarau, gas metan suka meletup,” lanjutnya.

Diduga, pencemaran ini disebabkan oleh sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat. Jenis sampah yang banyak dibuang yaitu sampah rumah tangga.

“Yang masuk ke air juga ada limbah domestik (rumah tangga) dan limbah cair. Karena berbatasan dengan permukiman, sungai juga jadi tempat pembuangan sampah oleh masyarakat. Curug Dago ini perlintasan antar kampung,” tuturnya.

Berdasarkan informasi, pihak terkait sudah memasang rambu-rambu larangan. Namun tetap saja, masyarakat banyak yang tidak mematuhinya.

“Yang kami catat tempat pembuangan sampah ada 30 titik, rata sampah rumah tangga. Ada yang sedikit, ada yang besar, ada yang sudah 30 tahun. Padahal ada larangan buang sampah. Kita dulu tahun 2017 pernah kerja bakti, dari 30 titik, kita sanggupnya cuma 8 titik. Itu saja biaya operasionalnya sampai Rp 200 juta,” pungkasnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.