SLBN A Kota Bandung @Sekolah Kita
SLBN A Kota Bandung @Sekolah Kita

MALANGTODAY.NET – Di Kota Bandung, terdapat sekolah luar biasa (SLB) tertua di Indonesia bahkan Asia Tenggara.  Sekolah tersebut yakni Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung. Sayangnya, bangunan sekolah yang didirikan sejak tahun 1901 tersebut kondisinya kini cukup memprihatinkan.

Pasalnya, kondisi bangunan tersebut sudah nampak rapuh di bagian atapnya. Beberapa ruangan juga nampak disangga menggunakan batang bambu agar tidak mudah roboh. Ruangan tersebut yakni ruang guru.

Meskipun demikian, ada juga ruangan yang atapnya rusak sehingga saat hujan rawan tergenang air. Ruangan tersebut yakni ruang olahraga untuk para disabilitas.

Mengenai kondisi bangunan ini, pihalk sekolah mengaku sudah mengupayakan adanya perbaikan. Namun, hal tersebut tidak mudah direalisasikan.

Pasalnya, aset bangunan tersebut adalah milik Kementerian Sosial (Kemensos). Sedangkan, Kemensos sendiri tidak bisa mengucurkan dana karena sekolah ini sudah berganti status menjadi negeri sejak tahun 1962. Hal tersebut membuat sekolah ini bukan menjadi kewenangan dari Kemensos.

Sayangnya, permasalahan aset ini kemudian juga tidak bisa dengan mudah diambil alih oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jabar. Oleh karenanya, pihak sekolah kemudian hanya bisa berharap kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk meluruskan maslaah ini.

“Kami bergantung ke Gubernur baru. Mudah-mudahan Pak Emil bisa menyelesaikan dengan baik. Bisa nego dengan Kemensos dan Kementrian Keuangan. Proses ini sudah cukup panjang bahkan sempat dimediasi Komnas HAM. Jaman Pak Aher juga sudah melayangkan surat permohonan hibah, tapi belum tuntas. Semoga ini bisa dilantukan ulang oleh Pak Emil,” ujar Kepala Sekolah SLBN A Kota Bandung Wawan dilansir dari Detik.com (2/4/2019).

Sementara itu, Ridwan Kamil mengaku kesulitaan untuk mengucurkan dana ke SLB tersebut karena aset masih dimiliki oleh Kemensos. Mantan Wali Kota Bandung ini berjanji akan mengupayakan selesainya masalah ini.

“Kami susah belanjakan anggaran, karena asetnya milik Kemensos. Pengajuan (agar aset bisa dihibahkan dari Kemensos ke Pemprov) sudah lama. Mudah-mudahan nanti karena saya baru tahu hari ini, akan coba lobi Kemensos dan Kementerian Keuangan yang kelola barang negara agar memahami,” jelas Ridwan Kamil. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.