Orang Ini Masuk ke Landasan Pacu, Dua Pesawat Gagal Mendarat
bandara @MalangToday/istimewa

MALANGTODAY.NET– Bila Kediri diwacanakan akan memiliki bandar udara sendiri, hal sebaliknya harus dialami oleh kota yang terlebih dahulu diproyeksikan memiliki bandar udara.

Dibangunnya bandara di Kediri maka otomatis rencana pembangunan bandara perintis di Tulungagung menjadi terpengaruh kendati tim dari Kemenhub sudah pernah meneliti lokasi.

Hal tersebut disampaikan secara tersirat oleh orang nomor satu di Pemprov Jawa Timur, Soekarwo.

“Di Tulungagung masih belum siap karena ada yang belum selesai, terutama di masalah lahan. Jadi ke depan prioritasnya di Kediri dan diharapkan progresnya segera berjalan,” kata mantan Sekdaprov Jatim tersebut.

Pembangunan bandar udara di Tulungagung yang sebelumnya sudah diwacanakan tersebut terancam gagal. Hal ini dikarenakan faktor kontur tanah di Tulungagung yang tidak memungkinkan untuk dijadikan bandar udara.

Sementara itu, pria yang akrab disapa Pakde karwo ini menyatakan betapa penting adanya keberadaan bandara dan pesawat yang dinilai akan membantu Jatim. “Terutama menghubungkan antarkota sehingga harus dimanfaatkan lapangan terbang yang saat ini sudah ada,” ujar bapak tiga anak ini seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/3).

Dengan dibangunnya bandara tersebut nantinya diharapkan bisa mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa angkutan udara daerah yang meliputi seluruh eks-Karesidenan Kediri dan eks-Karesidenan Madiun.

Pada kesempatan itu Soekarwo menjelaskan rencana pembangunan bandar udara di Kediri murni dari biaya PT Gudang Garam.(zuk)

Berikan tanggapan Anda

Komentar Anda

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here