Ketut Sudikerta (Breakingnews(dot)co(dot)id)
Ketut Sudikerta (Breakingnews.co.id)

MALANGTODAY.NET – Ditreskrimsus Polda Bali pada Jumat kemarin (30/11/2018) menetapkan Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018, I Ketut Sudikerta sebagai tersangka. Status tersangka tersebut terkait dengan dugaan penipuan dan penggelapan tanah.

“Iya, itu resmi dari Ditreskrimsus setelah melalui gelar perkara, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan Penipuan dan Penggelapan Tanah,” ujar Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hengky Widjaja dilansir dari Tribunbali.com (30/11/2018).

Penetapan status tersangka pada I Ketut Sudikerta ini berdasar pada Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) oleh Subdit II Ditreskrimsus Polda Bali tanggal 30 November 2018.

Kasus yang menjerat pasangan Rai Mantra dalam memimpin Bali ini berawal dari laporan Maspion Grup atas dugaan penipuan dan penggelapan tanah senilai Rp 150 miliar.

Tanah yang dimaksud yaitu tanah yang berlokasi di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung dengan SHM Nomer 5048/Jimbaran seluas 38.650 m2 dan SHM Nomer 16249/Jimbaran seluas 3.300 m2.

Di sisi lain, kuasa hukum Sudikerta, Togar Situmorang menyatakan belum menerima surat resmi penetapan tersangka.

“Secara resmi belum ada di kami. Kalau memang penetapan tersangka itu benar, kami sangat menyayangkan dan kami sangat menyesalkan, kenapa kok tergesa-gesanya seorang I Ketut Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka. Ini jelas pengkriminalisasian, mematikan nama baik, nama besar Sudikerta. Atau pun di dalam hal ini ada semacam pertarungan politik,” ungkap Togar.

Seperti diketahui, saat ini Sudikerta tengah mencalonkan diri sebagai caleg DPR RI Dapil Bali. Meski begitu, ia menyatakan bahwa Sudikerta sudah mengetahui statusnya sebagai tersangka.

“Sudah. Selaku kuasa hukum saya dipanggil ke rumahnya. Pak Sudikerta hanya ketawa. Dia bilang silahkan press conference. Beliau minta saya menceritakan apa adanya rekan-rekan media nantinya,” tambahnya.

Sebaliknya, kuasa hukum Maspion Grup, Sugiharto sudah menerima SP2HP mengenai penetapan tersangka Sudikerta.

“Kami sudah menggelontorkan uang besar Rp 150 miliar, tapi kami dibohongi. Kami tidak bisa menguasasi fisik tanah dan tidak memilik hak atas dua bidang tanah tersebut,” tegas Sugiharto dilansir dari Tribunbali.com (1/12/2018).


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.