Pura Uluwatu (Buletin dewata)
Pura Uluwatu (Buletin Dewata)

MALANGTODAY.NET – Kabar retaknya tebing Pura Uluwatu di Bali kembali beredar. Kali ini kabar diperkuat dengan beredarnya foto bagian tebing yang retak. Dalam foto tersebut nampak tebing pura dipotret dari arah atas.

Setelah dikonfirmasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris BPBD Bali Made Rentin menyatakan bahwa retakan itu sudah lama.

Tebing Pura Uluwatu yang retak (ist)
Tebing Pura Uluwatu yang retak (ist)

“Info dari Jero Gede (pemangku) bahwa retakan itu sudah lama, tetapi tidak diketahui penyebabnya, jika mau tahu secara detail perlu dilakukan penelitian dan pengkajian mendalam oleh pihak berkompeten (geologi),” ujar Made dilansir dari Detik.com (9/1/2019).

Retakan bahkan sudah ditangani sejak masa kepemimpinan AA Gede Agung dengan Sudikerta tahun 2013. Penanganan saat itu berupa penambalan sisi tebing.

“Langkah sudah pernah diambil oleh pihak Pemkab Badung, dengan melakukan penambalan pada celah retakan itu, di saat masa kepemimpinan AA Gede Agung dengan Sudikerta (eks Wagub Bali), mulai ramai diperbincangkan karena ada penataan sehingga kelihatan ada beberapa titik yang masih menganga (mungkin terlewat) saat penambalan dulu,” ungkapnya.

Kabar retakan yang terbaru juga telah dikonfirmasi kepada pemangku Pura Uluwatu dan dinyatakan bahwa tidak ada pelebaran retakan. Pura penyanggah 9 mata angin dalam kepercayaan agama Hindu Bali ini juga masih dinyatakan aman untuk dikunjungi.

“Retakan ini bukan baru atau dengan kata lain sudah lama seperti ini, tidak ada bergerakan dalam arti tambah renggang, sehingga Astungkara aman, kata jero gede (mangku),” terangnya.

Meski begitu, masyarakat yang berkunjung ke pura yang terletak di ketinggian 77 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini diharapkan tetap waspada. Apalagi pada Selasa (15/1/2019) umat Hindu Bali akan melaksanakan Pujawali Anggara Kasih Medangsia.

“Pembatasan pengunjung mungkin tidak, karena Bali ibarat magnet sangat sulit membatasi apalagi melarang mereka untuk berkunjung, mungkin lebih kepada imbauan agar semua pengunjung lebih berhati hati dan tetap menjaga kewaspadaan, khususnya kepada pemendek menjelang Pujawali Anggara Kasih Medangsia (15/1) yang akan datang,” imbaunya dilansir dari Beritadewata.com (8/1/2019).


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.