Upacara adat Bali - Foto istimewa

MALANGTODAY.NET – Menanggapi kasus OTT di Pura Tirta Empul Denpasar, pemimpin desa adat akhirnya membocorkan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk sekali upacara adat. Ia menyatakan bahwa sekali upacara adat, uang yang dikucurkan mencapai miliaran rupiah.

Mengenai hal ini, sebetulnya desa adat sudah memiliki aturan hukum sendiri. Aturan ini berupa awig-awig dalam pararem.

Untuk memudahan pemahaman, Jro Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP), Jro Putus Upadesa, memberikan rincian biaya kebutuhan upacara.

BACA JUGA: 988 Hotspot Wifi Gratis di Badung Siap Diakses 16 November Esok

“Cobalah kaji berapa biaya masyarakat adat dalam setahun untuk membiayai adat masyarakat Bali untuk budaya Bali. Salah satu contoh saya mengadakan penelitian secara sembunyi-sembunyi atau juga melihat dari sejuta krama adat yang tinggal di Bali, beli canangsari Rp 10 ribu sehari kalikan sejuta beli canangsari saja sudah Rp 10 miliar kalikan saja setahun,” ujarnya dilasir dari Detik.com (13/11/2018)

Pemisalan tersebut hanya untuk satu kebutuhan di setiap upacara. Belum kebutuhan lain di upacara-upacara adat dan upacara keagamaan lainnya.

“Belum lagi upacara Purnama, Ngaben, Tilem, berapa biaya yang dikeluarkan,” sambungnya.

Berdasarkan pemisalan-pemisalan tersebut namapak bahwa biaya untuk sekali upacara adat cukup besar. Akhirnya pihak desa adat mencari pemasukan-pemasukan untuk pelaksanaan upacara tersebut. Salah satunya melalui pungutan.

BACA JUGA: Besok Ada Upacaca Palebon, Listrik dan Jalan Daerah Ini Dinonaktifkan

“Di adat kita juga punya sistem desa pakraman atau bendesa melaksanakan awig-awig atau pararem, kami dibina dari hukum untuk melaksanakan awig-awig tersebut. Kita membentuk kelembagaan selain prajuru desa dibantu kelian banjar, fungsi kontrolnya ada kerta desa,” jelasnya.

Menanggapi kasus OTT yang belakangan ramai diberitakan, desa adat sudah memiliki aturan hokum untuk diproses sendiri tanpa campur tangan hokum pemerintah.

“Saya kira kalau terkait kasus-kasus yang sudah terjadi di desa pakraman ada proses juga kalau petugas lapangan salah melaksanakan tugas memungut lebih dari ketentuan awig atau pararem, kerta desa yang menegakkan,” ujar Bendesa Renon I Made Sutama.

Baca Juga  75 Ribu Jiwa Lebih Mengungsi Selama Erupsi Gunung Agung

Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...