Jokowi Batal ke Malang, Benarkah karena Kelahiran Cucu ?
Jokowi @Demokrasi

MALANGTODAY.NET – Jokowi mengeluarkan remisi bagi 115 narapidana yang tersebar di sejumlah Lembaga Permasyarakatan (Lapas). Diketahui, salah satu nama yang tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) No 29/2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara tersebut yaitu I Nyoman Susrama.

Susrama adalah terpidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, A. A. Gede Bagus Narendra Prabangsa pada 2009 silam.

“Memberikan remisi berupa perubahan dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara kepada narapidana yang namanya tercantum dalam lampiran keputusan presiden.” Begitu isi salah satu kalimat yang tertuang dalam Keppres tersebut.

Hal ini pun banyak menuai pertentangan dari berbagai pihak yang terkait dengan Prabangsa. Salah satunya yakni salah satu anggota tim kuasa hukum yang mengusut kasus pembunuhan Prabangsa, Made Suardana.

“Pembunuhan terhadap Prabangsa haruslah dimaknai sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan pers,” ujar Made dilansir dari Radar Bali (21/1/2019).

Hal senada juga diungkapkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar. Ketua AJI Denpasar, Nandang R Astika menyatakan bahwa terungkapnya kasus pembunuhan Prabangsa pada tahum 2009 adalah bentuk penegakan kemerdekaan pers.

I Nyoman Susrama, terpidanan kasus pembunuhan wartawan Radar Bali A A Narendra Prabangsa (ist)
I Nyoman Susrama, terpidanan kasus pembunuhan wartawan Radar Bali A A Narendra Prabangsa (Antara)

Namun kini ia menilai ada kemunduran penegakan demokrasi. Sebab, Susrama yang merupakan otak pembunuhan Prabangsa justru diberikan remisi dari yang seharusnya divonis seumur hidup menjadi 20 tahun penjara.

“Pengungkapan kasus pembunuhan wartawan di Bali tahun 2009 saat itu menjadi tonggak penegakan kemerdekaan pers di Indonesia. Ini karena sebelumnya tidak ada kasus kekerasan terhadap jurnalis yang diungkap secara tuntas di sejumlah daerah di Indonesia, apalagi dihukum berat,” tutur Nandang dilansir dari Kompas.com (23/1/2019).

Beberapa kalangan termasuk AJI pun menuntut pemerintah untuk mencabut pemberian remisi kepada Susrama.

“Untuk itu AJI Denpasar menuntut agar pemberian grasi kepada otak pembunuhan AA Gede Bagus Narendra Prabangsa untuk dicabut atau dianulir,” pungkasnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.