makan daging anjing dengan sayur kol (kaskus)
makan daging anjing dengan sayur kol (kaskus)

MALANGTODAY.NET – Akhir-akhir ini warganet sedang demam lagu ‘Sayur Kol’ yang dinyanyikan oleh seorang bocah. Lirik “makan daging anjing dengan sayur kol” cukup membuat warganet penasaran. Bagaimanakah sayur kol dengan daging anjing itu?

Di tengah rasa penasaran masyarakat, para penyayang anjing justru sangat menyayangkan hal ini. Mereka tidak terima jika daging anjing dijadikan santapan. Meski demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa di Indonesia sendiri memang ada kudapan berbahan daging anjing seperti rinteek wuuk.

Salah satu musisi Bali yang kontra dengan lagu yang dirilis pada 10 Agustus 2017 ini adalah pemain drum band The Bullhead, Ajix. Diketahui, Ajix juga tergabung dalam komunitas Stop Buang Anjing. Ia ingin masyarakat menerima edukasi cukup tentang anjing.

“Ini kenapa saya bersama Stop Buang Anjing mengedepankan edukasi. Karena viralnya lagu ‘kol’ itu adalah bukti kalau cara berpikir masyarakat kita masih sangat rendah,” ujar Ajix dilansir dari Radarbali.jawapos.com (14/12/2018).

Dengan profesinya sebagai musisi dan pribadi yang menyayangi anjing, ia merasa tergerak untuk tidak membiarkan hal ini. Ia pun mengajak para musisi lain untuk membuat lagu tandingan.

“Dari fenomena ini saya sebagai musisi menjadi tertantang, atau mungkin malah menantang teman-teman musisi lain untuk membuat lagu tandingan,” tantang Ajix.

Bukan maksud apa, lagu tandingan ini dibuat untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mengonsumsi daging anjing

“Liriknya lebih mengedukasi. Tentunya dengan bahasa dan genre musik yang mudah diterima,” ungkapnya.

Selain Ajix, Garda Satwa Indonesia juga kontra terhadap lagu milik band Punxgoaran ini.

“Yang bilang lagu ‘makan daging anjing pake sayur kol’ lucu. Tim kami sendiri pernah investigasi gimana kejamnya bunuh anjing buat dimakan.

Dipilih dari kandang, dicekek pake tongkat, dipukul, masih menggelepar-gelepar ada yang langsung dibakar, atau dikuliti. Selain dicekek, ada juga yang dikasih racun, digebukin dalam karung, dilepepin di dalam air.

Metodenya berbeda-beda tapi tetap menyiksa. Yang lebih menyakitkan lagi mendengar pembenaran ‘kalo bunuh anjing, darahnya jangan sampai keluar, nanti ga enak’. Makanya mereka bunuh anjing dengan cara digetok, digebuk, dicekik, ditenggelamkan hidup-hidup, dijepit dsb,” tulis @gardasatwaIndonesia dalam postingannya (12/12/2018).


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.