Menguak Mistisnya Pohon Taru Menyan yang Harumnya Sampai ke Jawa
Desa Trunyan (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Konon di Bali ada sebuah pohon yang dikenal sangat harum, pohon Taru Menyan namanya. Kata Taru berarti pohon dan Menyan artinya harum. Pohon mistis ini tertancap kokoh di Desa Trunyan, Kintamani, Danau Batur, Bangli, Bali.

Harumnya pohon ini menyebar hingga ke tanah Jawa. Hingga pada akhirnya empat bersaudara dari Keraton Surakarta menyusuri daerah demi daerah untuk menemukan sumber bau tersebut. Setelah menemukannya, seorang dari empat bersaudara tadi terpikat hati kepada dewi penunggu pohon Taru Menyan. Kemudian menikahlah keduanya dan membangun kerajaan kecil.

Akan tetapi, pohon Taru Menyan masih tetap mewangi. Akhirnya sang raja memerintahkan warga untuk meletakkan jenazah di bawah pohon tersebut supaya wangi Taru Menyan tidak lagi menyebar ke penjuru daerah. Begitulah cerita asal mula Trunyan sebagai tempat pemakaman unik di Bali.

BACA JUGA: KPK Bertandang, Pelayanan Tetap Jalan di Dinas Perhubungan

Desa Trunyan@motivasinews.com

Sampai sekarang, pohon Taru Menyan masih eksis. Akar-akarnya semakin menjalar seiring bertambahnya waktu. Di akar-akarnya inilah mayat-mayat dibiarkan tergeletak.

Kepala dan kaki yang terbuka, hanya badannya ditutupi dengan anyaman bambu berbentuk prisma segitiga supaya aman dari binatang buas. Begitu saja dibiarkan hingga menjadi tengkorak.

Tapi tidak usah khawatir, disinilah sisi ajaib pohon Taru Menyan. Dari pintu masuk pemakaman tidak akan tercium bau busuk mayat yang sudah berhari-hari bahkan bertahun-tahun diletakkan disini. Masih menjadi teka-teki bagaimana bisa sebatang pohon bisa menyerap bau busuk dari mayat-mayat yang ada.

Desa Trunyan@bliwayantoursguidedibali.blogspot.com

BACA JUGA: Masuk Hari Keempat, Giliran 4 Tempat Ini Digeledah KPK

Ada tiga lokasi terpisah di pemakaman di Desa Trunyan ini, yaitu kuburan bayi (Seme Muda), kuburan suci (Seme Wayah), dan kuburan salah pati (Seme Bantah). Seme Muda digunakan untuk orang meninggal mulai dari bayi hingga dewasa tapi belum menikah. Kemudian Seme Wayah diperuntukkan bagi orang meninggal tapi sudah menikah dan meninggal secara wajar. Sedangkan di Kuburan Salah Pati digunakan untuk orang meninggal karena kecelakaan, bunuh diri, atau meninggal secara tidak wajar.

Dilansir dari Kompas, perempuan Trunyan dilarang mengunjungi lokasi makam yang saling terpisah tersebut. Ditambah lagi, untuk mereka yang baru saja mengunjungi makam harus dibersihkan dahulu sebelum bisa masuk ke Pura Pancering Jagat. Pura ini merupakan salah satu pura tertua di Bali dan disucikan di Desa Trunyan.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...