Upacara Melasti (Indolah)
Upacara Melasti (Indolah)

MALANGTODAY.NET – Perilaku tak pantas kembali terjadi dan menuai kecaman banyak pihak. Aksi tersebut yakni penjarahan uang dalam sesajen umat Hindu saat melaksanakan upacara Melasti di Pantai Padanggalak, Sanur, Bali.

Aksi tersebut berhasil terekam dan kini menjadi viral di media sosial. Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter @tanpaagama (4/3/2019), nampak beberapa anak menunggu umat Hindu selesai berdoa dan kemudian mengambil uang yang ada dalam sesajen.

Kemudian, ada seorang wanita yang baru saja tiba. Disitu, ada tiga orang anak laki-laki yang menunggu wanita tersebut selesai berdoa. Namun tak disangka, salah seorang dari laki-laki tersebut langsung merebut sesajen padahal sang wanita belum selesai berdoa.

Aksi inilah yang kemudian banyak menuai reaksi geram dari para warganet. Mereka banyak yang menyayangkan kejadian ini. Begitu pula warga lokal, mereka menyayangkan mengapa orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut tidak segera melapor kepada pecalang.

Warga menduga, bocah yang melakukan aksi tersebut adalah bocah lokal meski Pantai Padanggalak juga merupakan daerah wisata. Diduga, mereka datang dari Pantai Matahari Terbit Sanur. Sebagaimana diketahui, kedua pantai ini masih sejalur pantai dan berdekatan.

“Orang pantai, anak-anak laut dari selatan (Pantai Matahari Terbit Sanur) ke sini karena lagi ramai. Sesari itu seikhlasnya, kalau etikanya orang kalau belum selesai menghaturkan, baru saja kita naruh sudah diambil seperti itu kan nggak enak,” ujar salah seorang warga Banjar Kedaton, Kesiman, Denpasar Timur, Made dilansir dari Detik.com (5/3/2019).

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana menyatakan hal ini terjadi karena kurang adanya koordinasi antara pengurus, prajuru, masyarakat, dan pecalang.

“Itu hanya kurang koordinasi aja antara pengurus, kemudian prajuru, dan masyarakat, pecalang sehingga terjadi seperti itu. Smestinya orang yang mengurus keliling dulu, harus steril dulu berarti nggak bisa menyalahkan dia saja sehingga kalau sudah diatur dengan baik orang kan nggak bisa,” terang Sudiana.

Sudiana menambahkan, hal ini tidak akan terjadi jika orang tersebut mengerti arti dari persembahan. Apalagi hal ini ada hubungannya dengan prosesi ibadah umat Hindu.

“(Menurut) Bapak sih tidak harus terjadi, kalau si orang ini ngerti masalah persembahan dan yang bukan persembahan. Karena ini orang yang nggak mengerti susah untuk dibicarakan,” pungkasnya. (AL)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.