Selamat datang di Bali - Instagram @a3tnt
Selamat datang di Bali - Instagram @a3tnt

MALANGTODAY.NET – Peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung rupanya benar adanya. Kita harus menghormati dan mengikuti adat istiadat yang berlaku di tempat kita berada. Termasuk ketika kita di Bali. Walaupun Bali dikenal sebagai tempat wisata, adat budaya juga berlaku ketat disini. Lalu, apa saja sih hal terlarang selama di Bali?

Menggunakan Pakaian yang Tidak Sopan Saat ke Pura

Etika berpakaian saat mengunjungi pura - Instagram @infobalinews
Etika berpakaian saat mengunjungi pura – Instagram @infobalinews

BACA JUGA: 4 Permainan Tradisional Bali Paling Populer, Favoritmu yang Mana?

hal terlarang selama di Bali yang pertama adalah berpakaian tidak sopan. Pura kerap kali dijadikan tempat wisata. Namun sebagai tempat sembahyang umat Hindu, kita harus tetap menghormatinya. Salah satu caranya dengan menggunakan pakaian sopan dan tertutup. Bebeapa pura juga menetapkan aturan mengenai penggunaan kain ikat selama di dalam puran.

Memasuki Tempat Suci di Bali selama Haid

Berkeliling di pura boleh saja - Instagram @anastasia_silyana
Berkeliling di pura boleh saja – Instagram @anastasia_silyana

Hal terlarang di Bali berikutnya khusus untuk para wanita. Selama haid, mereka dilarang berada di area pura. Sebab, pura dianggap sebagai tempat suci.

Menginjak atau Melangkahi Sesajen

Sesajen di pantai Bali - Instagram @rezaanandaw
Sesajen di pantai Bali – Instagram @rezaanandaw

Sesajen merupakan bentuk persembahan rasa syukur umat Hindu kepada Sang Pencipta. Oleh karenanya, kamu dilarang untuk mengutak-atik sesajen ini apalagi menginjak atau melangkahinya. Mitos yang beredar, kamu bisa mengalami hal buruk kalau melakukannya.

Mengganggu Prosesi Upacara Keagamaan

Khusyuknya upacara keagamaan jangan samapi diganggu - Foto istimewa
Khusyuknya upacara keagamaan jangan samapi diganggu – Foto istimewa

Upacara keagamaan merupakan kegiatan beribadah secara khusyuk bagi seluruh umat beragama. Terutama di Bali, banyak sekali upacara keagaaman yang digelar. Bahkan saking banyaknya umat Bali yang merayakan, tak jarang terjadi kemacetan. Walau begitu, jangan sampai kamu mengumpat saat ada upacara keagamaan ini ya. Bisa-bisa kamu celaka!

Selain itu, saat ada ibadah di pura, kamu dilarang mengganggu mereka. Termasuk memotret menggunakan kilat cahaya kamera. Itu menganggu!

Mengabaikan Tanda Peringatan di Pantai

Tanda peringatan di pantai - Foto istimewa
Tanda peringatan di pantai – Foto istimewa

Biasanya orang menganggap tanda peringatan sebagai formalitas saja. Tapi tolong untuk tidak menyepelekannya ya Zens. Apalagi di pantai-pantai Bali. Larangan ini sangat disarankan karena ada beberapa pantai yang aliran airnya kuat dan berbahaya.

Menyentuh Kepala Orang Bali

Menyentuh kepala anak-anak Bali pun tidak sopan - Foto istimewa
Menyentuh kepala anak-anak Bali pun tidak sopan – Foto istimewa

Larangan selama di Bali selnajutnya adalah menyentuh kepala orang Bali. Kepala adalah bagian tubuh yang dianggap paling suci oleh warga Bali. Menurut orang Bali, menyentuh kepala termasuk perilaku kasar. Oleh karenanya kalau kamu sudah melakukannya segeralah meminta maaf.

Menetap Tanpa Registrasi

KTP - Instagram @yonny_hadipradja
KTP – Instagram @yonny_hadipradja

Kalau kamu ingin menetap di Bali, harus melapor ke pejabat desa setempat ya Zens. Sebab, mereka secara rutin akan melakukan penggrebekan demi kenyamanan warga.

Cukup membawa kartu identitas untuk mendapatkan Kartu Tanda penduduk Musiman (KIPEM). Kalau tidak, pejabat desa akan menjatuhkan sanksi dan hukuman. Kamu nggak mau jadi ribet gini kan?

BACA JUGA: Kenapa Pohon di Bali Dipakaikan Sarung? Ini Jawabnnya

Buang Air Kecil Sembarangan

Buang air di tempat yang seharusnya – Foto istimewa

Disini, kamu harus memahami bahwa warga Bali menyucikan dan menghormati benda-benda di sekitar. Pohon, batu, dan pura adalah beberapanya. Dilansir dari laman Annual Meetings IMF Bali 2018, kalau kamu buang air kecil sembarangan di benda yang dianggap suci, sama saja kamu berlaku tidak sopan kepada Sang Pencipta.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...