Gunung Agung - Instagram @morkoshka
Gunung Agung - Instagram @morkoshka

MALANGTODAY.NET – Gunung Agung tak luput dari deretan mitos yang menyertainya. Mitos-mitos yang beredar ini membuat para pendakinya harus berhati-hati. Kalau tidak, bisa-bisa celaka. Nah, masyarakat sekitar punya aturan larangan saat mendaki Gunung Agung Zens. Apa saja itu?

1. Membawa daging sapi

Daging sapi - Foto Harian NasionalLarangan bagi pendaki Gunung Agung yang pertama adalah membawa daging sapi ataupun makanan olahan mengandung daging sapi. Sebab, masyarakat Bali yang dominan umat Hindu menganggap sapi adalah hewan mulia dan suci.

BACA JUGA: Ini Loh Hal Terlarang Selama di Bali, Sudah Paham?

Sebetulnya, nggak cuma di Gunung Agung, seluruh umat Hindu memang tidak diperkenankan makan daging sapi. Jadi, hormati mereka dengan tidak membawa dan memakan daging hewan berkaki empat ini ya.

2. Membawa makanan berjumlah genap

bekal pendaki - Foto istimewa
bekal pendaki – Foto istimewa

Jumlah ganjil memang dipercaya memiliki hubungan dengan makhluk halus. Hal ini tetap ada hubungannya dengan mitos-mitos yang beredar dalam agama Hindu. Sebagian orang percaya, jumlah ganjil ini akan membawa celaka. Hal terburuknya adalah salah seorang dari pendaki bisa meninggal!

3. Mendaki saat ada upacara keagamaan

Upacara keagamaan Hindu - Instagram @yervihesna
Upacara keagamaan Hindu – Instagram @yervihesna

Larangan ketiga yaitu dilarang mendaki saat ada upacara keagamaan. Di Gunung Agung terdapat satu pura besar, Pura Besakih. Saat ada upacara keagamaan, pendaki tidak diperkenankan naik ke Gunung Agung. Sebab, tidak boleh ada orang yang posisinya lebih tinggi dari Pura Besakih. Sebagai tambahan informasi Zens, larangan untuk berdiri maupun duduk di tempat yang lebih tinggi daripada palinggih di pura ini berlaku untuk semua pura. Jadi, kalau ke Bali jangan coba-coba ya!

4. Mengambil air suci

Pura Besakih - Instagram @tamara.vilic
Pura Besakih – Instagram @tamara.vilic

BACA JUGA: Kenapa Pohon di Bali Dipakaikan Sarung? Ini Jawabnnya

Gunung termasuk benda-benda yang disucikan oleh masyarakat Hindu. Termasuk sumber mata air darinya. Masyarakat menggunakan air ini untuk kegiatan ibadah di pura. Oleh karenanya, masayarakat umum dilarang menggunakan air tersebut. Konon, jika ingin menggunakan air tersebut, pendaki harus bersembahyang dulu di pura.

5. Mendaki tanpa pemandu

Pendaki Gunung Agung - Instagram @bjaguarsPara pendaki dilarang naik ke puncak Gunung Agung tanpa pemandu. Dilansir dari Okezone.com, jika ada hal buruk terjadi misalnya pendaki meninggal maka akan dilakukan upacara penyucian gunung. Selain itu, pemandu akan dapat memberi informasi aturan tak tertulis selama pendakian.

 


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...